Produsen Kopi Arabika Kabupaten Bandung Kewalahan Sediakan Permintaan

Kopi asal Kabupaten Bandung cukup berprestasi di kancah nasional bahkan dunia. Pertumbuhan pertanian kopi terus digenjot

Tingginya permintaan dunia akan kopi Arabika membuat banyak koperasi kelompok tani, dan produsen kopi lainnya kewalahan dalam memenuhi kebutuhan pasar. Bahkan, kopi asal Kabupaten Bandung sudah merambah hingga ke berbagai belahan dunia, seperti Eropa, Timur Tengah dan Amerika.

“Kita terus tingkatkan penambahan lahan pertanian kopi, tiap tahun setidaknya membuka 1000 hektare lahan baru,” ungkapnya.

Perluasan lahan sendiri, dilakukan di lahan-lahan kritis perambahan hutan. Tanaman kopi menurut Tisna bisa ditumpang sari dengan pohon keras sehingga bisa menurunkan angka perambahan hutan.

“Kopi itu mempunyai nilai ekonomis yang tinggi jadi petani penggarap bisa mendapat untung,” ujarnya.


Tahun depan, Pemerintah Kabupaten Bandung rencananya akan mendapat bantuan lima juta bibit kopi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Lahan yang berpotensi ditanami kopi di Kabupaten Bandung pun masih mencapai ribuan hektare.

Pohon kopi biasa tumbuh di antara pohon-pohon hutan. Makanya, perkebunan kopi ini biasa terdapat di lahan milik Perhutani atau BKSDA. Tanaman kopi tidak menyebabkan erosi tanah seperti sayuran, namun harga hasil panen kopi ini sangat tinggi. (mld)