Disdukcapil Kota Bandung Razia Pendatang Baru di Terminal Cicaheum

etugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung melakukan pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat menggelar Operasi Yustisi di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Kamis (14/7). Operasi tersebut digelar guna menjaring pendatang yang tak membawa identitas dan tak memiliki tujuan pasti ketika datang ke Kota Bandung.

etugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung melakukan pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat menggelar Operasi Yustisi di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Kamis (14/7). Operasi tersebut digelar guna menjaring pendatang yang tak membawa identitas dan tak memiliki tujuan pasti ketika datang ke Kota Bandung.


 

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Data pendatang baru yang masuk Kota Bandung, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung gelar yustisi di terminal Bus Cicaheum.

“Operasi ini dilakukan guna memastikan para pendatang memiliki identitas lengkap serta tujuan yang jelas. Pasalnya tak sedikit warga pendatang yang dilengkapi identitas serta keahlian ketika datang ke Kota Bandung,” ujar Kasi Pengawasan dan Yustisi Disdukcapil Kota Bandung, Taspen Efendi.

Taspen mengatakan, pihaknya akan langsung berlakukan sanksi denda dan pemberian Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS) kepada warga yang tidak memiliki KTP. Sementara untuk warga yang memiliki KTP hanya diberikan SKTS.

“Untuk penduduk sementara, kita punya produk SKTS, sesuai Perda Nomor 4 tahun 2012 tentang penyelenggaran adminstrasi kependudukan. Kalau pergi tidak bawa KTP langsung denda 50 ribu. Kalau punya KTP luar Kota Bandung diberi SKTS,” urainya.

Masa berlaku SKTS yang dikeluarkan Disdukcapil hanya untuk tinggal selama satu tahun. Apabila telah habis, warga pendatang harus mengurus surat pindah dari daerah asalnya.

“Seyogyanya harus ambil surat pindah kalau sudah habis selama setahun. Segala sesuatunya untuk mengurus administrasi gratis, SKTS bikin di kecamatan,” ujarnya.

Selain di Terminal Cicaheum, operasi yustisi pun akan dilakukan di Stasiun Kereta Api Kiaracondong pada Kamis 14 Juli sore ini.

“Bahkan operasi tersebut pun akan kembali dilakukan pada Jumat 15 Juli besok karena disinyalir para pendatang masih akan menyerbu Kota Bandung hingga akhir pekan ini,” tambahnya.

Oprasi Yustisi ini digelar di tempat yang sama dengan waktu yang berbeda, gunanya untuk menjaring kalangan menengah bawah, yang memiliki pekerjaan non formal. “Kalau menegah ke atas mereka biasa sudah mengerti dan langsung lapor ke RT RW,” pungkasnya.

Hingga kini, sebanyak 130 orang terjaring operasi yustisi di Terminal Cicaheum Bandung. 13 diantaranya dilakukan sidang ditempat dan didenda sebesar Rp50 ribu. (mur)

Loading...

loading...

Feeds