Penyerapan Anggaran Pembangunan Terlaksana di Cimahi Hanya Mencapai 18,1%

Asisten Pembangunan dan Perekonomian Kota Cimahi, Benny Bahtiar pada salah satu acara.

Asisten Pembangunan dan Perekonomian Kota Cimahi, Benny Bahtiar pada salah satu acara.


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Penyerapan anggaran untuk pembangunan yang telah terlaksana oleh Pemerintah Kota Cimahi di triwulan I tahun ini hanya mencapai 18,1%. Meski bisa dibilang belum maksimal, optimalisasi penyerapan anggaran akan dilakukan di Triwulan II dan III.

Demikian disampaikan Asisten Pembangunan dan Perekonomian Kota Cimahi, Benny Bahtiar saat dihubungi melalui sambungan telefon, Minggu (12/6).

Ia menjelaskan, terbilang kecil penyerapan anggaran untuk pembangunan di triwulan I, dikarenakan belum semua proyek pembangunan memasuki tahap lelang, dikarenakan tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.

“Proyek yang sudah dilelang itu belum semua, baru 30% yang sudah (dilelang). Itu yang membuat serapan anggarannya belum maksimal,” katanya.

Meski demikian, ia mengaku tetap optimis bahwa penyerapan anggaran di sektor pembangunan akan maksimal. Alasannya, penyerapan anggaran besar akan terjadi di triwulan II dan III seiring pembangunan yang terus berjalan.

Ditambah, Pemerintah Kota Cimahi mempunyai tiga proyek besar yang ditargetkan rampung tahun ini. Ketiga proyek tersebut adalah pembangunan Technopark, Pasar Atas Baru, dan Fly Over Padasuka. “Technopark memakan biaya Rp 24 Milyar, Pasar Atas Baru Rp. 135 Milyar, dan Fly Over Rp. 22 Milyar,” ungkap Benny.

“Pembangunan akan maksimal dan tinggi penyerapan anggarannya di Triwulan II dan III,” ia melanjutkan.

Benny optimistis penyerapan anggaran akan mencapai 80 %. “Tahun kemarin kalo ga salah 67 % (untuk penyerapan anggaran). Tahun ini targetnya 80 %. Makanya kita all out mengerjakannya,” pungkasnya.

Untuk informasi, APBD Kota Cimahi 2016 alokasi anggaran belanja daerah sebesar Rp 1,517 triliun dan pendapatan Rp 1,199 triliun.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mendorong kepala daerah baik bupati/wali kota dan sekdanya untuk melakukan monitoring dan peningkatan pengawasan setiap minggu sekali.

Hal itu disampaikan Iwa usai menghadiri Musyawarah Besar dan Pelantikan Forum OSIS Jawa Barat periode 2016/2017 di Balai Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Barat, Jln. Kolonel Masturi Kota Cimahi, akhir pekan lalu.

“Monitoring tersebut untuk memantau kendala penyerapan ini ada dimana dan bagaimana solusinya serta melakukan langkah-langkan konkrit,” katanya, kepada wartawan.

Menurutnya, penyerapan anggaran yang baik diperlukan karena akan membantu percepatan pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, penyerapan anggaran ini satu-satunya instrumen yang dimiliki pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds