Dinas Harus Ingatkan Kontraktor di Cimahi tentang “Ini”

Atty Suharty

Atty Suharty


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Walikota Cimahi, Atty Suharti meminta Dinas terkait untuk mengingatkan kontraktor segera menangani material bekas galian jaringan instalasi air bersih di sejumlah wilayah di Kota Cimahi. Ia mengimbau, jangan sampai bekas galian mengganggu aktivitas masyarakat.

Seperti diketahui, Pemkot Cimahi melakukan pembangunan JDU di wilayah Kel. Cigugur Tengah dan Kel. Karangmekar. Serta dilakukan sambungan dari instalasi utama di Sungai Cimahi sampai Jln. Jend. Amir Mahmud. “Saya yakin sisa galian yang tidak dibereskan bisa membuat masyarakat tidak nyaman. Saya minta dinas terkait untuk mengingatkan kontraktornya,” katanya, Rabu (2/6/2016).

Menurut Atty, pembangunan jaringan air bersih memang diberi target pengerjaan. Ia menegaskan akan meminta komitmen tertulis dari kontraktor agar pengerjaan diselesaikan sesuai spesifikasi dan bekasnya dirapikan agar fungsi sarana prasarana seperti bahu jalan dan trotoar dikembalikan kondisinya seperti semula. “Semua proses pengerjaan harus beres termasuk sisa materialnya jangan menumpuk,” tegasnya.

Ia menjelaskan Pembangunan dalam program pengadaan air bersih tersebut dilakukan dengan melakukan penggalian di samping jalan raya. Ditargetkan, pemasangan 1.000 sambungan rumah (SR) bisa direalisasikan dan air sudah mengalir di tahun 2016.

Untuk pemasangan pipa distribusi utama, sepenuhnya didanai oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PU dan PR). Daerah awal yang terlayani baru Kel. Karang Mekar dan Kel. Cigugur Tengah. Debit air yang dialirkan diperkirakan mencapai 50 liter/detik dengan sumber dari Sungai Cimahi.

Pemasangan jaringan ditargetkan rampung secepatnya, begitu juga untuk sambungan ke rumah. Sisa material galian yang menumpuk di jalan dikeluhkan oleh warga. Mereka meminta sisa galian dirapikan sehingga tidak mengganggu aktivitas.

Salah seorang warga RW 1 Kel. Cigugur Tengah, Agus (38) mengeluhkan tumpukan material di jalan makin membuat fasilitas pedestrian (pejalan kaki) terganggu. “Jalannya jadi makin sempit. Kalau hujan juga jadi becek, katanya.

“Sisa galian ini harus dibersihkan seperti semula. Karena, pejalan kaki jadi susah kalau jalan karena banyak timbunan tanah,” ia melanjutkan. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds