Duhh… Banyak Ditemukan Jentik Nyamuk Aedes Aegipty di Wilayah Cimahi

Ilustrasi nyamuk.

Ilustrasi nyamuk.


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Jentik nyamuk jenis Aedes aegipty dan culex (nyamuk filariasis/kaki gajah) ditemukan di sejumlah rumah di Jln. Ibu Ganirah RW 3 Kel. Cibeber, Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi. Hal itu diketahui pada saat penelitian yang dilakukan sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Rabu (25/5).

Dari pantauan, para mahasiswa melakukan pemeriksaan jentik nyamuk dengan mendatangi rumah warga. Jentik yang ditemukan di tempat penyimpanan air langsung dipindahkan ke sebuah wadah lalu dibawa untuk kepentingan penelitian dan identifikasi jenis nyamuknya.

Selain membawa sample jentik, para mahasiswa memberikan penyuluhan terkait bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) dan cara penanganannya kepada setiap penghuni rumah.

Ditemui di tempat yang sama, pendamping mahasiswa, dosen Fakultas Kedokteraan Unjani, dr. Emma Mardliyah mengatakan beberapa jentik nyamuk jenis Aedes aegipty dan culex ditemukan di tempat penyimpanan air warga.

“Memasuki musim pancaroba, masyarakat perlu waspada dan antisipasi pada serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Masyarakat perlu melakukan upaya menjaga kebersihan lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah untuk membrantas sarang dan jentik-jentik nyamuk,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan diikuti oleh 175 mahasiswa semester VI ini dilakukan sebagai aplikasi dari ilmu yang diterima mahasiswa dalam perkuliahan. “Mereka disebar ke rumah-rumah penduduk, dengan target jumlah rumah yang disambangi sebanyak 525 rumah,” terangnya.

Terkait bahaya demam berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada penyakit DBD.

Berdasarkan data Dinkes, kasus DBD di Kota Cimahi pada tahun 2015 kemarin dilaporkan mencapai 748 kasus dan 5 orang diantaranya meninggal dunia.

“Masyarakat diimbau waspada dan mengenali penyakit DBD serta menghindar dari gigitan nyamuk Aedes aegipty,” ungkap Kepala Dinkes Kota Cimahi drg Pratiwi kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusuma, beberapa waktu lalu.

Ia berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan untuk menghindari penyakit DBD. Pasalnya, DBD adalah penyakit yang sangat berbahaya jika tidak cepat ditangani dengan benar, maka kemungkinan besar bisa mengakibatkan meninggal dunia.

Pihaknya tidak ingin ketika ada kasus DBD di lingkungannya (masyarakat), baru dilakukan tindakan pencegahan dengan menerapkan perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) wargapun dihimbau terus melakukan gerakan yang dikenal 3 M plus yakni menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air.

Sedangkan, plusnya adalah mencegah perkembang biakan nyamuk dengan memelihara ikan pemakan jentik, memasang kasa, mengatur ventilasi, serta pencahayaan di dalam ruangan. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds