Petugas Inspektur Pemadam Kebakaran di Bandung Barat Minim

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Tenaga inspektur yang bertugas melakukan pemeriksaan terkait kelengkapan alat pemadaman api disetiap gedung perkantoran baik instansi pemerintahan ataupun swasta jumlahnya baru ada 1 orang personil, di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Bandung Barat (KBB). Karena itu UPT Damkar KBB, saat ini masih sangat membutuhkan petugas kebakaran berkeahlian inspektur.

Menurut Koordinator Pencegahan Damkar KBB Yusep S mengaku, permasalahan sertifikasi untuk tenaga inspektur masih menjadi kendala di KBB. Pasalnya, khusus untuk bisa menjadi tenaga inspektur, petugas damkar yang telah berkeahlian tingkat 1 dan tingkat 2 harus mengikuti pendidikan kembali dengan biaya yang tidak sedikit.

“Karena Kalau mau jadi tenaga inspektur harus sekolah lagi dan biayanya sekitar Rp 17 jutaan,” kata Yusep di Ngamprah, belum lama ini

Yusep menjelaskan, tenaga inspektur ini sangat penting, karena, petugas damkar yang dapat melakukan pemeriksaan terkait masalah kelengkapan alat pemadaman api sesuai standar ke gedung-gedung perkantoran atau gedung-gedung instansi lainnya hanya petugas damkar sekelas inspektur.

“Ya hanya petugas inspektur yang bisa melakukan pemeriksaan ke setiap perusahaan kalau anggota damkar lainnya tidak bisa, karena keahliannya ” ujarnya.

Jumlah petugas damkar di KBB totalnya ada 68 orang. Dari jumlah itu, petugas Damkar berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ada 18 orang dan sisanya masih berstatus honorer. Sementara untuk tenaga inspektur ini, idealnya ada 5 orang untuk di KBB.

“Idealnya tenaga inspektur ada 5 orang untuk KBB yang cakupannya luas ini, selain itu, inspektur ini nantinya bisa menularkan dan membawahi beberapa anggota yang ada,” ungkapnya.

Berdasarkan Perda No 9 tahun 2011 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran, Gedung-gedung yang wajib memiliki alat pemadaman api bukan hanya gedung-gedung pemerintahan semata, namun termasuk juga gedung industrialisasi, gedung perkantoran, hotel dan gedung-gedung lainnya yang telah diatur didalamnya.

Dari Total 155 gedung industri dan perhotelan yang telah diperiksa petugas Damkar KBB, baru ada sekitar 50 persen yang telah melengkapi alat pemadaman api yang sesuai standar.

“Jadi untuk setiap gedung itu ada standarnya, mulai dari gedung dengan tingkat bahaya kebakaran rendah, sedang dan tinggi,” terangnya.

Ditempat yang sama, Kepala UPT Damkar KBB Dadang Dahyar mengatakan, kendati masih ada sejumlah kekurangan, namun pihaknya mengaku gembira karena petugas Damkar KBB dapat meraih juara ke 2 pada ajang lomba skill competition (ketangkasan, red) setingkat Nasional yang digelar oleh kementrian dalam Negeri baru-baru ini.

Dalam ajang tersebut, terang Dadang, para anggotanya di tes beberapa keahliannya, diantaranya keahlian dalam kepemimpinan, survival, hose laying, pemadaman tradisional / Apar dan yel-yel.

“Ini raihan pertama untuk gelaran yang diselenggarakan oleh kementerian, tahun lalu kita juara tiga sebelum oleh kementerian masih setingkat nasional,” pungkasnya. (bie)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds