Pergerakan Tanah di Kabupaten Bandung Barat , Ancam Ratusan Jiwa Warga

ilustrasi

ilustrasi


POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Akibat pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Dengkeung, RT 01/RW 12, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Senin (4/4/2016) lalu. Sejumlah masyarakat dihimbau agar tidak berada dirumah saat hujan deras mengguyur. Pasalnya, Intensitas hujan tinggi dikhawatirkan dapat memicu bertambah luasnya pergerakan tanah yang sudah melanda perkampungan tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Rony Rudyana menuturkan, bahwa ssat ini tak jauh dari lokasi bencana sudah didirikan dua tenda penampungan sementara oleh BPBD KBB.

“Untuk sementara warga masih bisa tinggal di rumahnya, hanya jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi harus mengungsi,” kata Rony Kepada wartawan di Ngamprah, Selasa (5/4).

Berdasarkan Data resmi yang dikeluarkan BPBD Kabupaten Bandung Barat bencana pergerakan tanah di Kampung Dengkeung menyebabkan 6 rumah rusak berat, 3 rumah rusak sedang, dan 3 rumah rusak ringan, serta 45 rumah terancam.

Lanjut Rony mengungkapkan, bahwa berdasarkan laporan dari Pemerintahan Desa Wangunsari, 32 kepala keluarga (KK) sudah siap untuk direlokasi. Pihaknya pun hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi bagu warga untuk diungsikan atau kampung Dengkeung harus dikosongkan.

Terkecuali hujan deras turun dengan interval waktu yang lama diharuskan mengungsi ke tetangga, saudara, maupun tenda yang aman,” ungkapnya.

Diungkapkannya, bencana pergerakan tanah di Kampung Dengkeung mengancam 57 kepala keluarga (KK) atau 191 jiwa. BPBD telah melaksanakan assesment dan monitoring di lokasi bencana 31 Maret lalu dimana hasilnya, pergerakan tanah di sana berpotensi memicu terjadinya longsor. (bie)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds