Pemerintah Kab Bandung Barat Siapkan Vaksin untuk Imunisasi Polio

Kepala Dinas Kesahatan Pupu Sari Rohayati tengah memeriksa vaksin. Pemda Kabupaten Bandung Barat melakukan estimasi sasaran sebanyak 144.399 di sejumlah pos PIN yang disediakan.

Kepala Dinas Kesahatan Pupu Sari Rohayati tengah memeriksa vaksin. Pemda Kabupaten Bandung Barat melakukan estimasi sasaran sebanyak 144.399 di sejumlah pos PIN yang disediakan.


 

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Dalam mensukseskan Imunisasi polio tetes sebagai upaya menuju dunia bebas polio pada 2020 yang merupakan progran World Health Organitation (WHO). Pada 8 – 15 Maret 2016 nanti Indonesia serempak akan melakukan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di seluruh kabupaten/kota.

Dalam mendukung hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Kesehatan akan melakukan PIN serempak di 2217 pos PIN 16 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kepala Dinas Kesahatan Pupu Sari Rohayati menuturkan, bahwa target imunisasi polio di Kabupaten Bandung Barat estimasi sasaran sebanyak 144.399 di sejumlah pos PIN yang disediakan.

“Kita sudah memempersiapkan sejumlah Pos PIN yang tersebar di sejumlah Rumah sakit, Posyandu dan di 32 Puskesmas, kami harapkan agar masyarakat dapat membawa balitanya ke tempat yang sudah dipersiapkan oleh Pemerintah,” tutur Pupu kepada wartawan di Ngamprah, Rabu (2/3/2016).

Apabila sampai hari terakhir PIN Polio tidak membawa anaknya ke Pos PIN, lanjut Pupu, pihaknya akan melakukan sweping secara door to door ke rumah warga yang memiliki anak usia balita. Bagi balita yang sedang sakit tidak akan diberi vaksin polio.

Menurut Pupu, bagi balita yang akan di imunisasi, sebelum diberi vaksin balita tersebut terlebih dahulu harus diperiksa kesehatannya, apabila sedang mengalami suhu badan panas, maka balita tidak diperkenankan diberi vaksin.

“Makanya pemberina vaksin polio ini dilaksanakan selama satu pekan, supaya anak yang sedang sakit biar sehat dulu. Begitupun yang sedang berpergian pada hari pertama pelaksanaan PIN Polio, masih bisa divaksinasi hari-hari berikutnya,” papar Pupu.

Selain itu dalam mencegah dan mensukseskan dunia bebas polio, pihaknya mempunyai target dalam menemukan gejala yang menyurpai polio dengan cara investigasi terhadap sejumlah pasien.

“kita target untuk menemukan sembilan anak dibawah usia 15 tahun dengan kondisi lumpuh layu, gejala yang seripa dengan polio, untuk di invesrigasi apakah itu merupakan gejala penyakit polio,” ujarnya.

Hal tersebut dilakukan dalam mencegah serta mendata apakah masih terdapat virus polio di Kabupaten Bandung Barat.

“Indonesia pada 27 Maret 2014 sudah mendapatkan sertifikat bebas polio dari WHO. Maka dari itu setelah nanti vaksin akan dilihat perkembangannya apakah masih ada yang terkena apa tidak,” pungkasnya. (bie)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds