Penilaian Kinerja Pemda KBB Memalukan karena Nilainya C ?…

PNS
Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Pusat Kajian Politik Ekonomi dan Pembangunan (Puskapol Ekbang) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyatakan nilai C yang diperoleh pemerintah KBB lewat Laporan Kinerja Pegawai (Lakip) Kemenpan-RB merupakan hal yang memalukan.

“Mendapat hasil nilai C ini sangat memalukan, khususnya warga KBB,” kata Direktur Puskapol Ekbang KBB Holid Nurjamil, Jumat (19/2/2016)

Menurut Holid, pemerintah KBB harus segera melakukan perbaikan yang mendasar di berbagai aspek. Misalnya pada aspek perencanaan, pelaporan dan capaian kinerja. “Perlu banyak perbaikan yang mendasar,” ujar dia.

Holid mengkritisi soal perencanaan strategis dan perencanaan kinerja pemerintah KBB. Di mata dia, perencanaan yang dibikin pemerintah KBB justeru tidak selaras dengan slogan Bandung Barat CERMAT.


“Kita melihat perencanaan strategis dan perencanaan kinerjanya tidak jelas dan tidak ada keselarasan dengan visi Cermat ini,” ujar dia.

Contohnya, kata dia, pada program bantuan di sektor peternakan yang diberikan kepada masyarakat Cipeundeuy. Menurut dia, jika mengacu pada rencana strategis KBB, daerah Cipeundeuy itu termasuk yang akan dijadikan sebagai wilayah pengembangan industri, bukan peternakan.

“Jadi program itu tidak sinergis dengan RPJMD-nya (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Jadi perencanaan program yang dibuat ini tidak jelas arahnya,” tutur dia.

Selain perencanaan, aspek capaian kinerja pun dinilai Holid banyak yang tidak mencapai target. Terlebih, capaian tersebut tidak selaras dengan RPJMD. Salah satu contohnya, lanjut dia, yakni pada belum tercapainya program perbaikan jalan kabupaten.

Dari total sekitar 600 kilometer jalan kabupaten, ujar Holid, 40 persennya masih dalam kondisi rusak, baik itu ringan ataupun berat. Ia heran dengan kondisi demikian.

Sebab, porsi belanja untuk infrastruktur dalam APBD KBB itu selalu lebih besar ketimbang yang lain. “Dan targetnya tidak sesuai dengan kinerja outcome,” kata dia.

Pemerintah KBB mendapat nilai C dari Kemenpan-RB. Nilai tersebut menandakan bahwa memang kinerja pemerintah ini masih belum berjalan secara maksimal.

Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T. Soemitra mengaku bakal mengevaluasi kinerja di beberapa SKPD. “Ini jadi bahan introspeksi kita,” kata dia. Yayat bahkan menargetkan tahun depan pemerintah bisa memperoleh nilai A.

Lakip ini dikeluarkan berdasarkan penilaian terhadap aspek perencanaan, evaluasi, ukuran keberhasilan kinerja sampai pada tataran pelayanan kepada masyarakat. Penilaian ini juga untuk mengukur keberhasilan pemerintah daerah dalam menjalankan suatu program. (bie)