PDAM Tirtawening Bandung Siap Bantu Kelola Mata Air

PDAM Tirtawening Bandung
PDAM Tirtawening Bandung

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Warga Ujungberung mengeluh kekurangan pasokan air, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung janji kelola mata air setempat.

“Menurut warga, ada beberapa sumber mata air di daerah Ujungberung. Kita akan bantu mengelola,” ujar Dirut PDAM Tirtawening Soni Salimi.

Soni mengatakan, pihaknya memang tidak bisa memberikan pasokan air minum yang memadai untuk warga Ujungberung. “Debit air yang kami hasilkan, tidak mampu mengalir sampai kawasan Ujungberung. Sehingga pasokan tidak maksimal,” papar Soni.

Karenanya, PDAM membantu untuk mengelola mata air. “Meskipun, sebenarnya tidak akan bisa memenuhi semua kebutuhan warga,” tegasnya.


Selama ini, pengelolaan mata air itu, dilakuan perorangan. Sekarang, akan diambil alih PDAM, dengan cara membeli lahan di mana tempat adanya mata air. Namun dengan harga yang masuk akal. “Satu titik air harganya mencapai Rp 5 miliar jadi tidak mungkin dibeli karena harga tanah yang dibeli PDAM harus sesuai dengan NJOP jika terlalu mahal jadi masalah hukum,” ujar Sonny.

Keluhan warga Ujungberung ini, merupakan keluhan mayoritas warga Kota Bandung, yang mengeluh tidak mendapatkan pasokan air PDAM sesuai kebutuhan. Meski baru sekitar dua bulan menjabat sebagi Dirut, namun Sony dan jajarannya secara rutin berkeliling Kota Bandung dan mendengarkan keluhan warga.

Dari hasil blusukan, banyak keluhan karena air tak ngocor. “Giliran air ke masyarakat harus adil, jangan sampai ada yang ngalir dua hari sekali tapi ada yang ngalir tiap hari sampai air berlebihan, penggiliran air akan diatur kembali,” ujar Soni.

Soni mengatakan, hasil blusukan ke beberapa kecamatan hampir sama keluhannya kekurangan air dan minta jadwal yang pasti gilian air. Menurut Soni di wilayah Ujungberung keluhan pelanggan air dari PDAM tersendat tapi setiap hari puluhan tangki air bersih hilir mudik.

“Tangki yang hilir mudik di Cirengot Ujungberung milik perusahaan swasta yang mengambil air dari mata air. “Di Cirengot mata air lebih dari lima titik yang dikuasai oleh perorangan dan menjual air ke masyarakat,” tambahnya.

Sonny mengatakan, solusi untuk memenuhi air bersih warga Cirengot memperbaiki. Sumur artesis yang saat ini kurang berfungsi. “Ada sumur artetis bantuan TNI namun karena sudah lama butuh perbaikan,” ujar Sony. Selain memperbaiki sumur akan dibangun danau untuk pasokan air baku di wilayah timur. (mur)