Kejar Waktu, Jalan Lingkar Jatigede Harus Segera Selesai

Tim SAR gabungan BPBD serta Kepolisian Polda Jabar menyebrangkan warga menggunakan perahu karet saat terjadi banjir yang disebabkan oleh luapan air bendungan Jatigede di kawasan perlintasan Sumedang-Garut via Wado, Kabupaten Sumedang, Selasa (16/2).

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mempercepat proses pembangunan Jalan Lingkar Jatigede. Hal ini penting sebagai akses pengganti jalan penghubung Sumedang-Wado-Malangbong yang kini terputus akibat terendam air dari Waduk Jatigede.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, saat ini ada sekitar 500 meter pembebasan lahan yang belum terselesaikan. “Kita meminta pemerintah pusat untuk segera membangun Jalan Lingkar Jatigede. Ini kewenangan BBWS,” kata Heryawan usai memimpin rapat OPD. di Gedung Sate, Bandung, Selasa (16/2).

Menurut Heryawan, hari ini akan ada rapat Samsat Waduk Jatigede. Salah satu bahasannya adalah mengenai pembuatan Jalan Lingkar Jatigede.

Selain itu, katanya, dalam rapat nanti pun akan dibahas mengenai pembayaran uang pengganti lahan dan santunan kepada sekitar 600 keluarga. Saat ini, Pemprov Jabar tengah menyusun surat Keputusan Gubernur untuk diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk selanjutnya dilakukan pembayaran.


“Ini mudah-mudahan anggarannya masih ada di Kementerian. Kalau masih ada bisa cair tahun ini. Tapi katanya sih masih ada. Kita tidak ingin ada masyarakat yang dirugikan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik mengatakan, ada sekitar 12 trayek bus antar kota dalam provinsi yang rutenya dialihkan akibat terputusnya Jalan Raya Wado tersebut. Pengalihan arus ini telah dilakukan sejak beberapa hari terakhir.

Adapun trayek bus AKDP yang melintasi Wado dialihkan ke jalur jalan lain di antaranya arah timur-barat (Tasikmalaya) yang sebelumnya via Wado dialihkan ke Parakanmuncang dengan jalur Kota Tasikmalaya-Malangbong-Limbangan-Nagreg-Cicalengka-Parakanmuncang-Terminal Ciakar (Sumedang)-Subang-Kabupaten Karawang PP. Sedangkan arah timur (Majalengka) Jalur Kota Bekasi-Majalengka dan Majalengka-Bandung terputus, sehingga pemberangkatan dimulai dari Kecamatan Darmaraja.

Sedangkan bus kecil melalui jalan alternatif berdasarkan kesepakatan di setiap daerah. Pengalihan arus ini, kata dia, membuat jarak tempuh semakin jauh.

Kondisi ini akan memengaruhi terhadap tarif angkutan. Namun, Dishub Jabar tidak akan melakukan perubahan tarif terlebih dahulu. “Kita akan bicarakan dengan penyedia jasa angkutan. Mungkin mereka ingin ada perubahan tarif. Tapi kita akan batasi. Kita tahu ini makin muter, waktu tempuh, bahan bakar. Konsekuensinya ke tarif. Tapi kita akan jaga. Saya sudah imbau jangan dinaikan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sejak beberapa hari terakhir Jalan Raya Umar Wirahadikusuma, tepatnya di kawasan Bagelen-Betok, Desa Jatibungur, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang terputus akibat terendam luapan air Waduk Jatigede. Ruas jalan provinsi penghubung Sumedang-Wado-Malangbong itu terendam sepanjang 200 meter dengan ketinggian air mencapai 80 centimeter. Di sisi lain, pembangunan Jalan Lingkar Jatigede yang diproyeksikan sebagai pengganti jalan yang kini terputus belum juga selesai karena terjadi kendala di lapangan. (agp)