Alfamart di Cimahi Juga Patuhi Program Kantong Plastik Berbayar

Kasir Alfamart melayani konsumen. Ketentuan Aprindo terkait kebijakan pemerintah dalam penerapan kantong plastik berbayar akan dipatuhi PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Ilustrasi

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Ketentuan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) terkait kebijakan pemerintah dalam penerapan kantong plastik berbayar di ritel modern yang akan diujicobakan pada 21 Februari hingga Juni 2016 mendatang, akan dipatuhi PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Sesuai arahan Ketua Umum Aprindo, Roy Mandey, menyatakan bahwa tanggal 21 Februari dipilih karena bertepatan dengan dikeluarkannya Surat Edaran dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sekaligus bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional.

Hal itu disampaikan Coorporate Comunication Alfamart Koordinator Bandung, Muhammad Afran. Nantinya, konsumen yang membutuhkan kantong plastik akan dikenai biaya Rp 200 per lembar sesuai usulan dari para pengusaha ritel.

“Menurut kabar anggota Aprindo telah mengirimkan usulan secara tertulis ke Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujarnya.


Lebih lanjut ia katakan, Aprindo meminta pemerintah melakukan sosialisasi dan edukasi sebelum kebijakan tersebut diterapkan. Ia menilai hal tersebut penting, karena mengubah kebijakan membeli kantong plastik ketika berbelanja membutuhkan waktu yang panjang dan perlu disosialisasikan.

“Bukan hal yang mudah untuk mengubah kebiasaan. selama bertahun-tahun konsumen selalu diberikan kantong plastik gratis ketika berbelanja,” ujarnya.

Lebih lanjut ia katakan, pihaknya sependapat dengan Aprindo dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi sampah plastik di tanah air. Ia berharap, kebijakan tersebut mendapat respons yang positif dari masyarakat.

Selain produksi kantong plastik memakan biaya yang cukup besar, pihaknya menyadari dampak negatif yang ditimbulkan dari limbah plastik dalam jangka panjang.

Jika kebijakan ini berhasil diterapkan, Afran mengungkapkan dana hasil penjualan kantong plastik akan dialokasikan untuk kegiatan CSR bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam bidang pengelolaan sampah.

Sampai saat ini ia menyebut sudah 22 kota yang telah menyatakan komitmen dalam mendukung penerapan kebijakan kantong plastik berbayar.

Diantaranya, Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Ambon, Papua, Jayapura, Pekanbaru, Banda Aceh, Kendari, dan Jogjakarta.

Dia menyatakan, jika kebijakan kantong plastik berbayar ini telah berjalan, akan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan tas yang ada di rumah seperti jaman dulu saat ibu-ibu yang
membawa keranjang belanja ke pasar.

“Kita yakin program ini sangat bermanfaat bagi pengurangan limbah plastik di Indonesia, sebab beberapa tahun terakhir ini limbah plastik di Indonesia kian menggunung, “jelasnya. (bbb)