Kendalikan Pertumbuhan Penduduk, Jajaran Pemerintah Cimahi Gencar Sosialisasi KB

Ilustrasi pertumbuhan penduduk

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Pertumbuhan penduduk di Kota Cimahi susah diturunkan dan terus bertambah. Untuk mengatur laju pertumbuhan penduduk, salah satunya adalah dengan program Keluarga Berencana (KB)

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB) Kota Cimahi, Hadi usai menggelar rapat kerja daerah di gedung Arhanud Jln. Sriwijaya Kota Cimahi, Jumat (12/2).

“(Laju pertumbuhan penduduk) susah untuk diturunkan, cenderung bertambah terus. Sisi perhitungan pembaginya semakin hari semakin bertambah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, angka 1,6 persen laju pertumbuhan penduduk termasuk kecil dengan catatan jika dilihat jumlah pembaginya kecil. Hanya saja, di Kota Cimahi, jumlah pembaginya 590 ribu. “Jadi kalau pertumbuhan 1,6 % per tahun, dengan jumlah pembaginya sebanyak itu cukup tinggi,” terangnya.


Ia menerangkan, KB bukan program memberhentikan, tapi untuk merencanakan penambahan keluarga. Hal itu sangat penting, karena dampaknya sangat banyak.

“Jika pertumbuhan penduduk direncanakan di lingkup keluarga, berpengaruh tidak hanya di sektor ekonomi saja, tapi keluarga bisa merencanakan bagaimana kesehatan keluarganya,” jelasnya.

Disinggung mengenai tingkat kesadaran masyarakat terkait program KB, ia katakan masyarakat Cimahi sudah mandiri. Hal itu dilihat dari banyaknya keluarga yang datang secara inisiatif memasang alat kontrasepsi.

Meski begitu, ia mengakui masih ada kelompok masyarakat yang sulit disentuh untuk mengikuti program KB. Salah satu faktornya adalah emosional dan pola pikir masyarakat.

“Banyak orang yang punya anak dua tapi laki-laki, pengen perempuan. Jadi nambah lagi, contohnya itu,” terangnya.

Dengan kegiatan ini, pihaknya akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat. Para kader akan diberikan data tentang data penduduk dan dianalisis, mendatangi, untuk diajak KB.

Rapat kerja yang dibuka Wali Kota Cimahi Atty Suharti didampingi Wakil Wali Kota Cimahi Sudiarto, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar Alma Lucyati, Kepala BKKBN Jabar Sugilar, Kapolres Cimahi Ade Ary Syam Indradi itu, dihadiri peserta kegiatan sebanyak 1.000 orang dari perwakilan kelurahan-kecamatan, organisasi kepemudaan, dan wakil masyarakat.

Atty mengatakan, kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. “Sumber daya manusia sebagai modal pembangunan di Kota Cimahi, ini harus kita tingkatkan kualitasnya,” ujarnya.

Salah satu hal yang disorot yaitu tingginya jumlah penduduk Kota Cimahi. Program Keluarga Berencana perlu didorong agar partisipasi masyarakat meningkat. “Berharap bahwa masyarakat mau ikut program KB secara mandiri. Oleh karena itu sangat penting bagaimana mensilaturahmikan seluruh komponen di Kota Cimahi agar memahami pentingnya meningkatkan partisipasi KB,” ucapnya.

Tak hanya itu, raker juga turut membahas progres kualitas kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pendekatan keluarga, remaja, dan anak. “Agar nantinya terwujud keluarga yang berkualitas,” tuturnya.

Dalam raker tersebut Atty menjelaskan di dasarkan data yang dimiliki Kota Cimahi bahwa jumlah penduduk usia produktif Kota Cimahi hingga 2015 lalu kurang lebih sebesar 451.376 jiwa atau sekitar 75,97 % dari total seluruh penduduk Cimahi.

Selain itu data statistik menyampaikan pada tahun 2014 jumlah penduduk perempuan hampir seimbang dengan jumlah penduduk laki-laki,kecuali di Kecamatan Cimahi Selatan (daerah industri) jumlah penduduk perempuan lebih banyak daripada laki-laki jumlah pencari kerja perempuan lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki yaitu 53,26% dan jumlah perempuan yang menjadi kepala keluarga mencapai 13,99%. (bbb)