Sekolah Terendam Banjir, Siswa SDN 7 Dayeuhkolot Bandung Belajar di Rumah Warga

banjir
Ilustrasi Banjir..

POJOKJABAR.com, DAYEUHKOLOT – Karena bangunan sekolah terendam banjir, siswa SDN 7 Dayeuhkolot terpaksa menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah salah seorang warga.

Padahal, semenjak pagi hari siswa SDN 7 Dayeuhkolot, banyak yang sudah datang ke sekolah, namun karena kelas sudah terendam banjir, maka proses KBM dilakukan dirumah Hj Wawang di Kampung Bolero, Desa Dayeuhkolot,Kecamatan Kabupaten Bandung yang berjarak sekitar 150 meter dari sekolah.

“Di kelas airnya sudah cukup tinggi, tadi saya sempat ke sana dulu, ternyata tidak ada orang,”tutur salah seorang siswa SDN7 Dayeuhkolot, Barry ,12, Kamis (11/2).

Karena tidak ada aktivitas KBM di sekolah, Barry kemudian menuju salah satu Hj Awang yang biasa digunakan untuk belajar darurat ketika banjir menggenang skolahnya.


Di Rumah Hj awang, beberapa orang siswa telah mulai mengikuti pelajaran. Mereka berkumpul melingkar sesuai dengan kelas masing-masing,walaupun hanya sedikit siswa yang datang, para guru masih tetap mmemberikan pelajaran.
“Yang penting masih bisa belaajar. Gak apa-apa di rumah orang juga,”tambah vini (11) siswaSDN 7 Dayeuhkolot lainnya.

Menurut Yana Suryana, kepala Sekolah SDN7 Dayeuhkolot, sudah dua hari ini proses KBM dilakukna di rumnah hj Wawang. Pasalnya, ruang kelas sudah terendam banjir dari luapan Sungai Citarum. “Memang karena banjir banyak juga siswa yang tidka masuk sekolah. Kami memakluminya, karena rumah mereka banyak yang tergenang banjir,”katanya.

Dari 225 siswa SDN7 Dayeuhkolot, hanya sebagian kecil saja yang bisa masuk sekolah. Pasalnya, sebagian besar rumah para murid dan jalan di sekitar rumahnya terendam banjir luapan Sungai Citarum.

Belajar di rumah warga, menurut Yana, dirasakan tidak nyaman karena seharusnya para murid bisa belajar di dalam ruang kelas. Namun, pihaknya wajib menggelar kegiatan belajar-mengajar walaupun dilaksanakan di tempat darurat. “Ada tujuh guru yang siap mengajar. Kegiatan belajar tetap dilaksanakan walaupun hanya 2 murid yang datang. Kami maklum kalau ada banyak murid yang tidak masuk, karena rumah mereka kebanjiran,” ujarnya.

Dia berharap, agar pemerintah bisa segera melakukan perbaikan gedung sekolah, seperti melakukan peninggian ruang klas, supaya ketika banjir,kelas tidak terendam.

“Kami sudah mengajukan renovasi sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, tetapi belum ada realisasi. Kalau jalan terendam tidak apa-apa, asalkan ruang kelasnya dipugar supaya tidak terendam. Kalau murid, semangat terus belajar,” katanya. (mld)