Duhh… 20 Ribu Warga Jabar Menderita DBD, Jumlah yang Meninggal Mengkhawatirkan

nyamuk dbd
Ilustrasi Penyakit DBD dan Zika.

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Pasien wabah demam berdarah dengue di Jawa Barat hingga pertengahan Februari ini mencapai 20 ribu orang. Bahkan, 16 di antaranya meninggal dunia.

Kendati begitu, Kepala Dinas Kesehatan Jabar Alma Lucyati mengatakan hingga saat ini pihaknya belum memberlakukan kondisi luar biasa terkait DBD tersebut. Menurutnya, kondisi ini masih tergolong biasa karena masih berada di antara batas minimum dan maksimum tahunan.

Alma mengatakan, kasus DBD di beberapa kabupaten/kota memang cenderung meningkat. Beberapa di antaranya seperti Kota Bandung, Bogor, Depok, dan Kabupaten Indramayu.

“Paling tinggi Kota Bandung. Tapi jumlah kasusnya saya lupa,” ucapnya.


Menurut Alma, kasus DBD akan bertambah tergantung mengingat curah hujan yang meningkat. “Kalau curah hujan tinggi, maka kemungkinan kasus DBD bisa bertambah. Kalau Maret hujan, berarti kasus DBD masih ada,” katanya.

Untuk menekan angka kasus DBD di Jabar, pihaknya sudah memberikan peringatan ke kabupaten/kota sejak tiga bulan lalu. Ini penting untuk melakukan berbagai langkah antisipasi.

“Salah satunya ada jumantik (juru pemantau jentik) di setiap rumah. Di setiap rumah harus ada satu jumantik, bisa siapa aja. Bisa ibunya, bapaknya, atau anaknya,” katanya seraya menyebut selain DBD, penyakit yang harus diwaspadai masyarakat di musim hujan adalah diare dan ispa. (agp)