Wahh… Keluarga Besar Marhaenis Jabar dan Perhutani Tanam 10.000 Pohon

POJOKJABAR.com, LEMBANG – DPC Keluarga Besar Marhaenis Kabupaten Bandung Barat (KBB) berkerjasama dengan DPP Keluarga Besar Marhaenis Jawa Barat dan Perhutani menggelar aksi penanaman 10 ribu pohon di sejumlah wilayah di Jawa Barat Tahun 2016.

Dalam aksinya, Ketua DPP Keluarga Besar Marhaenis Jawa Barat Gatot Tjahyono bersama Wakil Bupati KBB Yayat T Soemitra secara simbolis melakukan penanaman pohon di Kampung Gunung Putri Desa Jayagiri Lembang KBB, Selasa (09/02).

Gatot mengatakan, program penanaman 10 ribu pohon ini diharapkan menjadi stimulan bagi keluarga besar Marhaenis dimanapun agar lebih peduli menyangkut soal permasalahan lingkungan. Diakuinya, wilayah KBB menjadi titik fokus perhatiannya dalam program penenaman pojon ini, terutama menyangkut isu pelestarian alam di Kawasan Bandung Utara (KBU). “Kebetulan di jawa barat ada persoalan KBU dan ini jadi perhatian kita maka kita fokuskan disini,” kata Gatot.

Selain di KBB, kata Gatot, penanaman pohon ini rencananya akan dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Barat yang terhitung kritis dan rawan bencana. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan penanaman pohon di wilayah rawan bencana seperti di Desa Sukamantri Ciamis, sejumlah daerah di Sumedang dan daerah rawan lainnya.


Untuk Pohon-pohonnya sendiri, sejenis pepohonan yang mampu menyerap dan mampu menahan laju aliran air saat hujan datang. Penaman itu juga, termasuk di sejumlah kawasan pantai.

“Pohon itu pokoknya harus bermanfaat di daerah atau kawasan rawan kritis bencana seperti pohon albasiah, alkasiah dan pohon lainnya, termasuk penanaman dipinggir pantai seperti di daerah pangandaran yang akan kita laksanakan pada bulan Maret tahun ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Wabup KBB Yayat T Soemitra mengaku, sangat menyambut baik terkait rencana penanaman 10 ribu pohon ini. Dia pun akan mensupport siapa saja yang turut serta dalam aksi penghijauan di wilayah KBB sebagai upaya membanguan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

Yayat menjelaskan, sebagaimana data dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Perhutanan (Distanbuthut) KBB bahwa lahan kritis di KBB ada sekitar 50 ribu hektar lebih. Bahkan untuk di wilayah Lembang saja ada sekitar 5900 hektar lahan kritis.

Terkait persoalan itu, dirinya berharap, aksi penanaman pohon ini bisa menjadi sebuah gerakan warga masyarakat di seluruh Jawa Barat sebagai usaha bersama dalam membangun pelestarian lingkungan.

“Jadi masih butuh ratusan kali lipat penanaman pohon ini untuk di sejumlah kawasan KBB, penaman kali ini menjadi simbol gerakan penanaman pohon di Jawa Barat”, pungkasnya. (bie)