Pemkot Cimahi Siapkan Dana Tak Terduga Rp 1,5 Miliar, Namun…

Ilustrasi Dana.

Ilustrasi Dana.


 

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi sudah menyiapkan dana tak terduga sebesar Rp 1,5 Miliar. Namun, dan itu tidak semuanya diperuntukan untuk merehabilitasi Pasar Cimindi.

“Kami sudah siapkan dana, tapi sifatnya untuk rehabilitasi darurat, bukan yang permanen. Mudah-mudahan minggu-minggu ini sudah bisa dilakukan rehab,” ujar Sekertaris Daerah Kota Cimahi, Muhammad Yani, saat dihubungi, melalui sambungan telepon, Selasa (9/2).

Lebih lanjut ia mengaku sudah mengintruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menghitung berapa nilai yang harus dikeluarkan Pemerintah untuk merehabilitasi Pasar Cimindi.

Pihaknya sudah menggelar rapat untuk menentukan tindak lanjut Pasar Cimindi. Hasilnya, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan Dinas (PU) sudah diinstruksikan membersihkan puing-puing kebakaran. “Kami akan segera menghitung untuk penanganan darurat rehabilitasi fisik,” Katanya.

Perkiraan sementara, nilai anggaran yang diperlukan untuk merehabilitasi Pasar Cimindi sebesar Rp 35 sampai Rp 50 juta. Asumsinya, jika satu kios membutuhkan Rp 500 ribu. Namun ia memastikan jumlah tersebut masih perkiraan kasar. “Makanya saat ini Dinas PU masih menghitung berapa nilainya,” imbuhnya.

Seperti yang diketahui, pada Jumat (5/2) malam lalu, Pasar Tradisional Cimindi mengalami kebakaran yang diduga akibat arus pendek listrik.

Delapan unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Cimahi, dibantu empat unit dari Kota Bandung dan tiga unit dari Kabupaten Bandung Barat yang datang baru bisa memadamkan api sekitar pukul 00.05 WIB.

Dalam kurun waktu dua jam itu, api sudah melalap 40 kios dan 34 lapak. Bahkan, api juga melahap bangunan di belakang pasar seperti Mushala dan WC umum.

Pasca kebakaran, para pedagan kembali berjualan di tempat relokasi sementara di area parkir pasar yang diberikan pengelola Pasar Cimindi.

Mengenai rencana penataan Pasar Cimindi, Muhammad Yani menungkapkan bukan tidak mungkin pihaknya akan mengajukan penataan kembali. Namun, hal itu dilakukan jika potensi pedagang dan masyarakat di Pasar Cimindi bagus. “Sebab, banyak pedagang di Pasar Cimindi yang ingin berjualan ditempat semula setelah direlokasi,” ujarnya.

“Kami lihat dulu sejauh mana, apakah perlu penataan kembali atau relokasi. Ini masih dalam pembahasan, karena harapan pedagang itu ingin tetap berjualan di situ,” ia melanjutkan.

Salah seorang pedagang di Pasar Cimindi, Mumuh ,42, berharap pasar Cimindi segera diperbaiki agar ia dan korban lain yang kiosnya terbakar bisa berjualan di kios seperti semula.

Ia menganggap relokasi tempat yang disediakan pengelola tidak maksimal. “Itukan dilahan parkir, tidak pakai atap,tempatnya juga kecil,” ujarnya, saat ditemui di Pasar Cimindi, Selasa (9/2/2016). (bbb)

Loading...

loading...

Feeds