Puluhan Band Underground Guncang Tegallega Bandung

and Edane saat tampil di Acara Hellprint Hellprint United Day IV "New bloods, New Story" di Lapangan Tegalega, Bandung, Minggu (7/2).

 

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Puluhan band underground tampil dalam event Metalfest Terbesar di Asia bertajuk Hellprint United Day IV “New Bloods, New Story” di Lapangan Tegalega, Bandung, Minggu (7/2). Event hasil kerjasama Hellprint Official dan SuperMusic ID tersebut merupakan puncak dari rangkaian Road To Hellprint West Java Invasion yang diselenggarakan mulai dari bulan Maret 2015.

Ribuan penonton memadati area festival yang dimulai pada pagi hari. Mereka disuguhi dentuman musik yang dibalut sound system 400.000 watt.

Band tampil bergiliran dibagi di 5 panggung yang berbeda dalam satu kawasan festival untuk pecinta musik underground ini. Meskipun salah satu band asal Amerika, Putrid Pile batal hadir, namun hal tersebut tidak mengurangi kemeriahan festival yang mengusung konsep open air ini.


Band Deadsquad memanaskan suasana jelang malam hari di panggung bernama Hell stage. Band asal Jakarta itu membawakan beberapa lagu, diantaranya “Dominasi Belati”, “Pasukan Mati”, dan “Patriot Moral Prematur”.

Selain Deadsquad, Hell Stage diisi pula band God Forbidden, Overfuck, Hegemony of God, Billygun, Walker, Bye bye Bunny, Beside, Down for Life, Kapital, Jasad, Death Vomit, dan Incinerate

Sementara panggung bernama Noise stage diramaikan band Vein of valor, Little Kid, Genital Disease, Bloody Underwaer, Eyefeelsix, Purpose, Rocket Rockers, Alone at Last, Don Lego, Billfold, Rosemary, dan Pas Band.

Ada penampilan spesial dari Pas Band yang berkolaborasi dengan musisi lain. Diantaranya dengan gitaris Nectura, Hin hin dan gitaris Burgerkill, Agung “Hellfrog”. Mereka membawakan beberapa lagu hits, seperti “Jengah” dan “Impresi”.

Sementara festival tersebut ditutup dengan penampilan Band Seringai di panggung bernama Monster Stage. Band yang digawangi Arian (vocal), Ricky Siahaan (Gitaris), Sammy Bramantyo (Bass) dan Edy Khemod (drum) membawakan repertoar lagu diantaranya, “Akselerasi Maksimum”, “Tragedi”, “Amplifier”, dan “Serigala Militia”.

Sebelumnya ada Scimmiaska, Hummiliation, Koil, Superman Is Dead, Revenge the Fate, Burgerkill, dan Edane yang tampil di panggung Monster Stage.

Selain ketiga panggung tersebut, di Festival musik itu ada pula panggung bernama Death Stage dan Rawk satge.
Selain sound dengan dentuman maksimal, panggung yang ada dilengkapi dengan lighting prima. Ditambah 13 spot giant LED dan Sky light membuat festival semakin semarak.

Salah satu pengisi acara, Yuki vocalis Pas Band mengatakan Hellprint dari tahun ke tahun semakin terorganisir dengan baik. “Seru, ini seperti hajatnya band. Puluhan band dikumpulkan, main di panggung yang besar dan sound yang hebat. Menyenangkan sekali, ini bisa jadi barometer pertunjukan musik di Bandung,” ujarnya saat ditemui sebelum naik pentas.

Sementara itu, ditemui di sela acara, salah seorang penonton, Muhammad syamsul (18) mengaku puas dengan suguhan musik dalam Hellprint tahun ini. “Eventnya hebat, bandnya banyak. Kalau bisa tahun depan diadakan lagi dan diperbanyak lagi band di luar,” ujar pemuda asal Sumedang yang mengaku datang bersama lima temannya.

Ditermui usai acara, chief De Mission SuperMusic ID, Evodius Asihananta mengaku puas perhelatan Hellprint United Day IV berjalan lancar. “Saya berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara ini, sehingga event ini berjalan aman,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut penyelenggara menyiapkan fasilitas untuk kebutuhan dan kenyamanan penonton yang hadir. Dalam event tersebut, panitia menyiapkan 12 toilet portable, mushola, 60 booth kuliner, Distro, 1000 trashbag untuk sampah, booth charge Handphone, dan mobile ATM.

Selain kenyamanan, keamanan festival terjamin. Untuk tindakan pencegahan, panitia menyiapkan internal security sebanyak 200 orang, ditambah dari pihak kepolisian sekitar 1000 anggota yang disebar di pos yang sudah ditentukan. Termasuk didalamnya unit Pemadam kebakaran, tim medis, ambulance, dan lainnya. (bbb)