Laju Perbankan di Jawa Barat Diprediksi Terus Tumbuh

uang
Ilustrasi Uang

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Meski tantangan perekonomian terus terasa, kondisi perbankan di Jawa Barat diprediksi akan tetap tumbuh. Salah satunya karena rencana bisnis yang disampaikan oleh 7 bank umum yang berkantor di Jabar menunjukkan perkembangan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 2 Jabar Sarwono mengatakan, angka pertumbuhan aset perbankan di Jabar diperkirakan tumbuh 8,85 persen. Pertumbuhan kredit perbankan di Jabar tahun ini ditargetkan mencapai 15,77 persen dan dana pihak ketiga tumbuh 10,47 persen.

Untuk mencapai target ini, pihaknya akan terus berupaya menjaga stabilitas sistem keuangan di Jabar agar tetap kuat dan mampu menjadi mesin penggerak ekonomi di Jabar serta berkontribusi aktif dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Sarwono mengatakan, pihaknya optimistis target tersebut tercapai karena berkaca pada target 2015 yang sudah dilalui dengan cukup baik.

Pada per November 2015, aset perbankan di Jabar tercatat tumbuh 11,72 persen. Adapun DPK tumbuh sebesar 12,02 persen, sedangkan kredit tumbuh 9,67 persen. Menurutnya, OJK akan fokus pada perhatian utama untuk menggairahkan kegiatan ekonomi produktif.


Pertama, pihaknya akan meningkatkan kemampuan UMKM, pengembangan ekonomi daerah, dan penguatan sektor ekonomi prioritas. Kedua, mendorong pemanfaatan sektor jasa keuangan untuk pembiayaan yang memerlukan sumber dana jangka panjang dan mendorong korporasi menjadi lokomotif perekonomian nasional.

“Kami akan mendirikan pusat pengembangan keuangan mikro dan inklusi,” katanya dalam acara Pertemuan Tahunan OJK Kantor Regional 2 Jabar dengan Pelaku Industri Jasa Keuangan Jabar 2016, di Bandung, belum lama ini. Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner Ilya Avianti mengatakan, saat ini jangan ada lagi UMKM yang memiliki masalah dengan pembiayaan.

Sebab, seluruh pelaku UMKM harus difasilitasi oleh perbankan. Semua masyarakat, kata dia, tak perlu khawatir adanya pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Tak perlu takut adanya MEA, harus dianggap sebagai pesaing. Kalau tak ada pesaing, akan status quo dan kita akan nyaman tapi tak maju,” katanya di tempat yang sama.

Menurut Ilya, untuk mempercepat akses keuangan daerah, pihaknya akan mendorong lembaga keuangan untuk mendukung perekonomian daerah. Dengan begitu, OJK harus bekerja sama dengan beberapa kementerian lembaga.

Kerja sama itu untuk menyusun program dan pembinaan di desa karena dana bantuan pemerintah yang masuk ke desa nilainya meningkat. “OJK akan membantu menggerakan ekonomi di daerah dan menyusun perencanaan,” pungkasnya. (agp)