Warga Kota Cimahi Rawan DBD, Tingkatkan Pola Hidup Sehat dan…

dbd
Ilustrasi DBD

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Walikota Cimahi, Atty Suharti mengatakan anomali cuaca yang terjadi menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat meningkatkan pola hidup sehat dan menerapkan 3M plus.

“Anomali cuaca dan juga hujan, sering diiringi penyakit DBD. Untuk itu saya mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah antisipasi menekan penyebaran penyakit (DBD) ini,” ujarnya saat ditemui disela peninjauan di RW 18, Padasuka, Cimahi, Jumat (5/2).

Meski tidak menyebutkan secara spesifik, Atty mengungkaplan data dari dinas kesehatan Kota Cimahi terkait penyakit DBD menunjukan peningkatan cukup signifikan.

Untuk menekan penyebaran DBD tidak meluas, pihaknya menugaskan dinas terkait untuk menyebar ke beberapa wilayah di Kota Cimahi dalam rangka mengingatkan masyarakat menggalakkan 3M plus.


Disinggung mengenai kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, ia katakan sebagian sudah melaksanakan pola hidup bersih. Namun, tak sedikit pula ada masyarakat yang kurang menerapkan pola hidup bersih dengan alasan kesibukan.

“Kami juga sudah melakukan Fogging, ditambah Puskesmas untuk Sosialisasi, termasuk kader PKK, setiap RT, dan RW mengimbau menjaga lingkungannya masing-masing,” terangnya.

Ditemui di tempat yang sama, Sekretaris Dinkes Kota Cimahi, Fitriani Manan mengungkapkan, tahun ini sudah ada dua korban meninggal akibat DBD. Masing-masing di Kelurahan Melong dan Cigugur.

“Sepanjang tahun 2015, kasus meninggal akibat DBD 5. Tahun ini sudah ada dua korban di kelurahan Melong dan Cigugur. Kami berharap korban tidak bertambah,” katanya.

Lebih lanjut, saat disinggung mengenai keresahan masyarakat terkait oknum yang mengatasnamakan Dinas Kesehatan yang hendak melakukan fogging dengan menarik tarif, ia tegaskan masyarakat dihimbau jangan lantas percaya.
“Kalau ada yang seperti itu, segera laporkan ke Dinas Kesehatan. Karena kami tidak menarik tarif alias gratis,” tegasnya.

“Melakukan fogging juga tidak sembarangan. Fogging bisa dilakukan kalau ada indikasi. Fogging jika tidak atas indikasi, bisa membuat nyamuk kebal kalau insektisida tidak tepat,” pungkas Atty. (bbb)