Rumah Ketua DPD PEKAT di Kota Bandung Diteror Bom Molotov

bom molotov
ilustrasi bom molotov

 

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Rumah di kawasan Jalan Paledang No. 93 Kecamatan Lengkong Kota Bandung, menjadi sasaran aksi teror bom molotov, Jumat(5/2).

Rumah milik DR ini nyaris ludes terbakar akibat dilempar botol bersumbu api. Dari keterangan yang berhasil dihimpun, kejadian ini terjadi sekitar pukul 05.30 Wib. Awalnya, pemilik rumah, DR mendengar suara orang yang bertengkar beradu mulut di luar rumahnya.

Tak berapa lama, DR mendengar suara ledakan dan setelah dicek ke luar rumah, terlihat api berkobar di atas genting dan depan rumah. Dengan dibantu pekerja dan warga sekitar DR berhasil memadamkan bom molotov yang dilemparkan orang tidak dikenal ke rumahnya.


Sementara itu, keterangan tetangga korban WW mengungkapkan,sekitar pukul 05.10 Wib, dirinya sempat melihat dua orang mengendarai sepeda motor matic, bolak balik di depan rumah DR.

WW kemudian masuk ke dalam rumah dan tidak lama kemudian terdengar ledakan sebanyak dua kali, disusul kobaran api di atas genteng dan di teras rumah. Pemilik rumah dan warga sekitar kemudian memadamkan api dengan memakai air pakai selang yang diambil dari kran toko tempat ia bekerja.

Ditengah persiapan Pelantikan Organisasi kemasyarakatn DPD PEKAT Kota Bandung Bulan Maret mendatang, ketuanya Deny Rohmansyah mendapat musibah. Sebagaimana di lansir di berbagai Media massa baik elektronik maupun Online, sebuah bom molotov di jalan Paledang Bandung sekitar jam 5 pagi terkena Bom molotov yang mengakibatkan kerusakan pada bagian atap rumah karena terbakar.

Saat ditemui oleh Radar Bandung, dikediamannya Jumat (5/2) kemarin sore, masih banyak kerabat yang datang menyampaikan rasa prihatinnya .”Meskipun secara fisik tidak ada kerusakan yang berarti,tapi karena teman – teman mengetahui ada kejadian di rumah tadi pagi, jadi mereka pada datang,” ujar Wakil Sekertaris Komisi Pemberdayaan OKP KNPI Jawa Barat itu.

Deny menuturkan, pihaknya tidak mengerti kenapa sampai ada yang mendzoliminya itu, karena secara umum tidak pernah mempunyai masalah pribadi dengan orang lain, tetapi sebagai aktivis kejadian seperti ini dianggap sebagai sebuah dinamika sekaligus ujian kesabaran. Untuk itu, sebagai warga yang taat hukum persoalan ini sudah diserahkan penanganannya kepada pihak berwajib.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono membenarkan adanya aksi pelemparan bom molotov ini. Pihak kepolisian saat ini masih mengusut kasus ini.

“Ya itu benar bom molotov yang terbuat dari botol minuman energi dan dilemparkan ke dalam rumah. Masih kita dalami motifnya,” papar Pudjo saat ditemui wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Soekarno Hatta, Jumat (5/2).

Kasus ini sekarang ditangani Polsekta Lengkong dan Satreskrim Polrestabes Bandung, sementara satu buah botol minuman penambah energi dengan terpasang sumbu kain warna coklat diamankan polisi sebagai barang bukti.(cr2/sol)