Penipuan dengan SK Palsu CPNS di Bandung Barat Akan Diusut Tuntas !

pemkab bandung bebas rabies
Bupati Bandung Barat Abubakar

POJOKJABAR.com, SUKAJADI – Bupati Bandung Barat Abubakar berencana akan melakukan konsolidasi dengan pihak berwajib untuk mengusut tuntas siapa dalang dibalik aksi penipuan berkedok pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mencatut namanya dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati palsu sebagai bukti resmi pengangkatan CPNS ke sejumlah warga yang menjadi korbannya.

“Saya nanti akan melakukan konsolidasi dengan penegak hukum untuk mengusut tuntas siapa pelaku aksi penipuan ini, namun sebelumnya saya akan terlebih dulu konsolidasi di tataran internal (Pemkab) untuk membahas masalah itu,” ungkap Abubakar saat ditemui seusai menggelar rapat kordinasi jelang pelaksanaan Musrembang Pemkab Bandung Barat di Hotel Sukajadi Bandung, Kamis (04/02).

Terkait menyusul adanya komentar dari sejumlah pihak yang meminta dilakukannya pengusutan secara tuntas untuk kasus ini, kata Abubakar, pihaknya tidak mau gegabah dalam menyelesaikan persoalan kasus penipuan yang telah mencatut namanya tersebut. Karena, menyangkut kasus penipuan dan pencemaran nama baik ini harus jelas secara fakta, artinya, siapa yang melaporkan kasus tersebut dan siapa yang dilaporkannya.

BACA JUGA : Seorang PNS KBB Palsukan SK Bupati dan Berhasil Menipu Ratusan Juta Rupiah


“Saya juga posisinya harus jelas dalam persoalan ini, jika saya nanti sebagai pelapor tentunya ‘kan harus jelas menyangkut dalam pembuatan laporannya, karena harus ada faktanya dulu, siapa yang dilaporkannya, karena tidak mudah jika sudah masuk secara hukum,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Abubakar, pihaknya terlebih dulu akan melakukan konsolidasi dijajaran internal Pemkab Bandung Barat untuk membahas masalah tersebut.

Sebelumnya, sejumlah pihak mendesak Bupati Bandung Barat untuk melakukan pengusutan siapa dalang dibalik aksi penipuan berkedok pengangkatan CPNS dengan disertai SK palsu lengkap dengan tanda tangan bupati dan tandangan tangan dinas beserta capnya tersebut yang pelakunya diduga berasal dari pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

Dalam aksinya, pelaku ini nekad menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati palsu sebagai tanda resmi diangkatnya para korban menjadi CPNS. Para korban ini terlebih dulu harus menyetorkan uang yang besarannya dikisaran Rp 65 juta. Bahkan, ada beberapa diantara korban yang mengaku sudah menyetorkan uangnya sebesar Rp 120 juta kepada seseorang yang mengaku-ngaku pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Pemkab Bandung Barat.

Dalam SK Bupati tersebut, para korban diyakinkan dengan besaran gaji pokok tertera yang bakal diterimanya lengkap dengan nomor induk pegawai (NIP) dan disatuan kerja perangkat daerah (SKPD) mana mereka akan dipekerjakan nantinya di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

Kasus ini bergulir setelah ada pengakuan dari seorang korban yang tidak mau disebutkan namanya yang mengaku tertarik untuk melamar jadi CPNS di lingkungan Pemkab Bandung Barat setelah dirinya mendapatkan informasi tentang adanya lowongan penerimaan formasi baru untuk CPNS di Pemkab Bandung Barat.