Pindahnya TPA Sampah Sarimukti ke Legok Nangka Bandung Jadi Problematika

ilustrasi Sampah

ilustrasi Sampah

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi mengaku rencana kepindahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sarimukti yang berada di lahan milik PT Perhutani di Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat menjadi problematika sendiri.

Dampak yang paling terasa adalah membengkaknya beban anggaran terkait pembuangan sampah dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.

Sebab, rencana kepindahan TPA ke Legok Nangka di Nagreg, Kabupaten Bandung pada tahun 2017 nanti mempunyai jarak tempuh yang jauh. Ditambah, Pemkot Cimahi perlu merumuskan kembali untuk meminimalisir kendala tersendiri saat melakukan pengangkutan sampah.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cimahi, Sri Nurul Handayani, saat ditemui di ruang kerjanya di komplek Pemkot Cimahi, kemarin. “Kepindahan itu juga sudah barang tentu akan mempengaruhi pada ongkos pembiayaan yang akan naik berlipat-lipat,” ujarnya.

Ia mencontohkan, biaya untuk tipping fee pengelolaan sampah yang ditetapkan oleh Badan Pengelolaan Sampah Regional (BPSR) Jawa Barat di TPA Sarimukti sebesar Rp 29.000. Nantinya, ketika pindah ke TPA Legok Nangka akan naik menjadi Rp 123.000. “Belum termasuk biaya operasional ongkos angkutannya,” katanya.

Pemkot Cimahi menghabiskan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk biaya tipping feenya di TPA Sarimukti per tahun. “Jika ditambah ongkos operasional angkutannya sendiri menghabiskan total anggaran sebesar Rp 10-11miliar,” imbuhnya.

Untuk itu, saat ini pemkot Cimahi terus memikirkan solusi dalam menanggulangi permasalahan sampah ini. Meski begitu, ia berharap masyarakat ikut andil dan berperan dalam pengelolaan sampah di Kota Cimahi.

Sementara itu, Kabid Kebersihan DKP Kota Cimahi Ade Ruhiyat mengungkapkan, sampah yang diangkut dari Cimahi ke TPA Sarimukti untuk setiap harinya mencapai 154 ton atau hanya 8,3 persen dari total volume sampah seluruhnya sebanyak 1400 meter kubik.

Dari jumlah tersebut, sisanya yang belum terangkut sedang dideteksi apakah itu dibakar atau dibuang atau gimana, apakah diolah oleh pemulung, atau komunitas.

Pihaknya sendiri selama ini telah menyediakan 68 unit TPS (Tempat Pembuangan Sementara) Sampah di Kota Cimahi. Dari jumlah itu, 18 unit merupakan TPS berbentuk lahan dan sisanya merupakan TPS berbentuk bak sampah.

“Karena keterbatasan lahan juga jadi sebagian ada yang berbentuk lahan dan sisanya berbentuk bak yang nantinya diangkut oleh truk,” katanya.

Ade mengaku akan lebih menyosialisasikan kembali tentang keberadaan bank sampah cimahi (Samici) dalam upayanya untuk pengelolaan sampah warga di Kota Cimahi.

“Kami akan terus kordinasikan kepada RW untuk disampaikan lagi kepada masyarakat bahwa ada tempat yg bisa dimanfaatkan untuk mengolah sampah,” pungkasnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds