APAR Pemkot Tak Penuhi Syarat

MEMERIKSA: UPTD Damkar Kota Cimahi melakukan pemeriksaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di gedung Pemerintah Kota Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Kamis (1/10/2015).

MEMERIKSA: UPTD Damkar Kota Cimahi melakukan pemeriksaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di gedung Pemerintah Kota Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Kamis (1/10/2015).

POJOKJABAR.com, CIMAHI-UPTD Damkar Kota Cimahi melakukan pemeriksaan terhadap beberapa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di gedung Pemerintah Kota Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Kamis (1/10). Hal tersebut guna mencegah terjadinya kebakaran di gedung perkantoran yang ada di Kota Cimahi.

Kepala UPTD Damkar Kota Cimahi, Herry Setiawan menuturkan, kegiatan pemeriksaan ini terus dilakukan ke tiap-tiap instansi pemerintah salah satunya gedung Pemkot Cimahi. Sebab, untuk menanggulangi kebakaran, perlu Apar yang lengkap di setiap instansi.

“Dengan kelengkapan Apar yang dimiliki, jadi sebelum petugas damkar datang ketika terjadi kebakaran, bisa dilakukan pemadaman terlebih dahulu,” ujarnya, Kamis (1/10/2015).

Dikatakan Herry, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan tiap tahunnya tentu dengan tujuan pencegahan terjadinya kebakaran. Pasalnya, apabila Apar tidak diperhatikan sehingga pencegahan menjadi kurang maksimal, maka dapat menimbulkan potensi kebakaran.

“Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan ke setiap intansi pemerintah yang diantaranya gedung Pemkot Cimahi, DPRD Cimahi, Rumah Sakit dan Pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Cimahi,” katanya.

Herry menilai, Apar yang ada di komplek perkantoran di Cimahi kurang diperhatikan. Sebab, hasil pemeriksaan yang dilakukan terdapat Apar yang sudah tidak memenuhi syarat.

“Hasil pemeriksaan di kantor Pemkot Cimahi, Apar disini ada yang expired, nozel pada hydrant sudah tidak efektif lagi untuk digunakan. Bahkan, ada juga yang tabung didalam kotaknya sudah tidak ada,” ungkapnya.

Menurutnya, perlengkapan kebakaran sangat perlu dilakukan. Namun di lapangan, banyak peristiwa kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek. Oleh sebab itu, baik pemilik gedung maupun rumah penduduk perlu memperhatikan instalasi listrik.

“Masyarakat terkadang lupa soal kelistrikan, padahal itu yang sangat penting. Banyak masyarakat yang lupa karena lebih memperhatikan perbaikan bangunan atau rumah seperti pengecetan atau perbaikan plafon,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Herry, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan kelengkapan Apar ke perusahaan industri maupun supermarket, dan hasilnya perlengkapan Apar memenuhi syarat, dengan Apar serta Hydrant yang dimiliki sudah memenuhi syarat.

“Dengan adanya pemeriksaan ini, bisa menjadi masukan bagi pengelola gedung khususnya bagian perlengkapan. Mudah-mudahan kedepannya bisa lebih diperhatikan lagi,” ungkapnya.

(RadarBandung/ham)

Feeds