Komunitas Underground Sindir Pemkot Cimahi

BERSIHKAN TUGU : Sejumlah komunitas underground membersihkan tugu adipura di gedung DPRD Kota Cimahi, Jln. Djulaeha Karmita, Rabu (30/9). Kegiatan tersebut merupakan ungkapan sindiran kepada Pemerintah Kota Cimahi yang dinilai tidak serius menjaga serta memelihara aset kota.

BERSIHKAN TUGU : Sejumlah komunitas underground membersihkan tugu adipura di gedung DPRD Kota Cimahi, Jln. Djulaeha Karmita, Rabu (30/9/2015). Kegiatan tersebut merupakan ungkapan sindiran kepada Pemerintah Kota Cimahi yang dinilai tidak serius menjaga serta memelihara aset kota.

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Sejumlah komunitas underground membersihkan tugu adipura di gedung DPRD Kota Cimahi, Jln. Djulaeha Karmita, Rabu (30/9/2015). Kegiatan tersebut merupakan ungkapan sindiran kepada Pemerintah Kota Cimahi yang dinilai tidak serius menjaga serta memelihara aset kota.

Salah satu anggota komunutas underground, Jajang Lasmana ,34, menuturkan, kegiatan bersih-bersih ini merupakan ungkapan kepedulian terhadap aset kota. Sebab, tugu adipura tersebut merupakan tugu perjuangan yang harus dijaga.

“Kalau bukan orang Cimahi, mau sama siapa lagi diurusnya. Sementara, orang-orang yang ada di Cimahi pada sibuk mungkin dengan kesibukan mereka. Sehingga mereka gak “ngeuh” kalau tugu seperti ini harus tetap dijaga,” ujarnya disela-sela kegiatan bersih-bersih tugu adipura, Rabu (30/9/2015).

Acuy sapaan akrabnya menuturkan, daripada penempatan tugu tersebut tidak terurus di DPRD, lebih baik dibuatkan replika yang ditempatkan di tempat-tempat yang strategis seperti Tagog.

“Misalkan dibuatkan replika di pertigaan Tagog, supaya bisa dilihat dari berbagai sudut. Kan kalau disana masyarakat bisa melihat dengan jelas, kalau ada texture misal keramiknya copot kan terlihat. Kalau seperti ini tersembunyi kan tidak terlihat,” tuturnya.

Menurutnya, meskipun dirinya dan komunitasnya memahami paham barat. Namun ia beserta komunitasnya tetap menjungjung tinggi norma sopan santun. “Kita bukan pencitraan, tapi kita ingin membuktikan bahwa komunitas underground itu peduli. Karena selama ini kan kami sering dipandang sebelah mata,” ucapnya.

Terkait adipura yang identik dengan kebersihan, Acuy menilai, pemerintah kota tidak serius menjaga serta memelihara aset tersebut. Terbukti, tugu adipura tersebut kotor dan tidak terurus.

“Kita disini tidak digaji, apa adanya saja. Sementara menurut mereka komunitas kita yang bisa disebut sebelah mata saja bisa peduli, masa mereka tidak? Kita sedih melihat kondisi seperti ini,” jelasnya.

Selain kegiatan tersebut, lanjut Acuy, komunitasnya juga sering mengadakan kegiatan-kegiatan lainnya seperti kegiatan pungut sampah di Kota Cimahi dan acara live musik.

“Supaya kawan-kawan bisa saling bertemu juga dan silaturahmi tetap dijaga. Bahkan kemarin ada anak punk rock dari Australia dan Singapura juga pada datang. Jadi intinya meski kita bergaya seperti ini, tapi kita memiliki nilai lebih didalam keburukan itu yang bisa membuat orang yang menilai kita jelek bisa geleng-geleng kepala melihat nilai lebih dari kita,” ungkapnya.

(RadarBandung/ham)

Feeds