Giwang Eksekusi Rama dengan Linggis

(ilustrasi)
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, BANDUNG – Polsek Kiaracondong, gelar rekontruksi kasus pembunuhan dan penganiayaan terhadap Febri Ramadhan (22) alias Rama yang dilakukan Irwan alias Giwang (23) pada 6 Juli 2015 lalu. Sebanyak 35 adegan di peragakan Giwang saat mengeksekusi Rama.

Pada adegan pertama dalam rekontruksi tersebut, Giwang terlihat sedang nongkrong dengan dua orang saksi Deden dan Joe di daerah Tanggul Jajaway sambil minum-minuman keras. Lanjut, setelah itu, Giwang bersama kedua rekannya, pergi menggunakan sepeda motor untuk mencari makan, namun pada saat sampai didepan gang dekat rumah Giwang, Giwang meminta kedua temannya untuk berhenti lalu dirinya pergi kerumah.

Dalam adegan tersebut, Giwang pulang kerumah karena dirinya hendak mengambil alat untuk berjaga-jaga. Di dalam rumahnya dirinya mengambil satu linggis yang berada di dapur rumahnya. Setelah itu Giwang lanjut keluar rumah dan kembali melanjutkan perjalanan mereka bersama dua orang saksi lainnya ke arah jembatan Jajaway.

Setelah sampai di turunan jembatan Jajaway, ketiganya pun berhenti. Saat itu, Giwang pergi hendak menghampiri temannya yang tidak jauh dari jembatan Jajaway. Dalam waktu yang bersamaan, salah satu saksi Joe bertemu dengan saksi lainnya yang di ketahui bernama Aldy yang saat itu melintas di jembatan Jajaway memakai sepeda motor bersama saksi lainnya Diki dan Eca.


Tak lama setelah percakapan keduanya berlangsung, Giwang langsung membekap korban dengan satu tangannya disaksikan oleh saksi lainnya. Lalu Giwang memanggil Diki dan membenarkan apakah benar korban yang mengambil telefon dari saudaranya tersebut?. Dikarenakan Rama tetap tidak mengakui juga, Giwang lantas memukul korban menggunakan tangan kiri, lalu dirinya menyeret korban ke lapangan Volly yang dekat dengan lokasi tersebut. Disitu, pelaku membentak korban untuk mengembalikan telefon gengam tersebut. Tak mau mengaku juga, lanjut dalam adegan rekontruksi tersebut, mengeluarkan alat yang di bawa Giwang.

Giwang lalu memukul linggis tersebut, kearah kepala dekat telinga sebelah kiri sebanyak satu kali. Lalu Giwang kembali memukul di tempat yang sama, hingga korban mengeluarkan darah, korban pun lalu jatuh tergeletak, di lapangang Volly tersebut. Saat itu para saksi yang menemani pelaku, tidak berani melerai karena takut pada pelaku.

Setelah menyadari korban tergeletak, Diki dan satu orang lainnya yang belum di ketahu identitasnya, bersama pelaku membawa korban untuk di bawa ke puskesmas terdekat. Lalu Eca di minta pelaku untuk mengambil linggis yang tergeletak di lapangan Volly. Lalu di akhir adegan Eca memberikan alat linggis tersebut, kepada salah satu teman yang belum di ketahui identitasnya.

Kapolsek Kiaracondong, Kompol Maria Maria Horet Hera mengatakan dalam rekontruksi tersebut mengatakan, semua alat bukti sudah diamankan.

“Kita sudah gelar semua adegan rekontruksi dan kembali menemukan satu alat bukti yang sebelumnya hilang, kita memang tidak melakukan rekontruksi di TKP, untuk menghindari amuk massa maka kita lakukan di Mapolsek Kiaracondong. Untuk kasus ini sendiri, sudah di limpahkan ke kejaksaan,” kata Maria kepada wartawan di Mapolsek Kiaracondong usai rekontruksi, Senin (30/8).

(RadarBandung/sar)