Dua Pelaku Pecah Kaca Ditangkap

Kapolsek Cibeunying Kidul Kompol Kasmilan menginterogasi dua pelaku spesialis pecah kaca mobil di Mapolsek Cibeuying Kidul, Senin (31/8/2015).
Kapolsek Cibeunying Kidul Kompol Kasmilan menginterogasi dua pelaku spesialis pecah kaca mobil di Mapolsek Cibeuying Kidul, Senin (31/8/2015).
Kapolsek Cibeunying Kidul Kompol Kasmilan menginterogasi dua pelaku spesialis pecah kaca mobil di Mapolsek Cibeuying Kidul, Senin (31/8/2015).

BANDUNG-Unit Reskrim Polsek Cibeunyi Kidul, tangkap dua orang pelaku spesialis pecah kaca mobil beberapa waktu lalu. Dikatakan Kapolsek Cibeunying Kidul Kompol Kasmilan, penangkapan kedua pelaku berawal saat adanya laporan dari warga yang menangkap basah salah satu pelaku IKH (56) melakukan aksinya.

“IKH ini ditangkap saat melancarkan aksinya, di daerah Awi Bitung beberapa waktu lalu, ia tertAngkap tangan saat itu sedang memencahkan kaca mobil yang terparkir di daerah tersebut,” kata Kasmilan di Mapolsek Cibeuying Kidul, Senin (31/8/2015).

Lanjut kasmilan, setelah berhasil diamankan, pihaknya mengintrograsi IKH, berdasarkan keterangan IKH, dirinya memiliki rekan dalam setiap melancarkan aksinya tersebut. Berbekal keterangan dan mengantongi nama rekan IKH, pihaknya pun melakukan pengembangan terhadap keterangan tersebut.

“Kita melakukan penjebakan terhadap pelaku lainnya, alhasil kita berhasil amankan A alias Bule (52) di daerah Cileunyi. Dan kita juga amankan seorang yang biasa menjadi penadah barang-barang hasil curian kedua pelaku yang berinisial H,” kata Kasmilan.


Dikatakan Kasmilan, kedua pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) ini merupakan target operasi dari unit reskrim Polsek Cibeunying Kidul. Pasalnya, dirinya mencatat keduanya telah belasan kali melakukan aksi pecah kaca tersebut.

“Sudah 15 kali, diantaranya di Cibiru, Ujung Berung, Cikutra, dan lainnya terakhir ini di Awi Bitung,” kata Kasmilan.

Masih dikatakan Kasmilan, keduanya pun sempat mendekam di balik jeruji besi, setelah keduanya sekitar tahun 2013 melakukan pencurian di rumah kost-kost’an di wilayah Bandung Wetan.

Kini keduanya harus kembali merasakan dinginnya penjara atas perbuatannya. IKH dan Bule di jerat pasal 363 KHUPidana tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun bui.

“Sedangkan H ini kita kenakan pasal 480 dengan ancaman penjara diatas lima tahun bui,” tutup Kasmilan.

Disisi lain, IKH mengatakan ia bersama Bule tidak membutuhkan waktu lalu untuk melakukan aksinya tersebut.

“Hanya 10 detik, saya udah bisa mengambil barang didalam. Cuma bekel satu obeng saya langsung bongkar kaca mobil, saya dan rekan saya biasanya incar mobil yang di parkir di pingggiran jalan. Malam jelang subuh biasanya saya beroprasi,” kata IKH yang keseharian berjualan baju di daerah Cicadas, Bandung.

Sedangkan Bule mengatakan, dirinya dalam setiap melakukan aksinya bersama IKH, ia mempunyai peran untuk mengawasi situasi di sekitar tempat mereka beraksi.

“Paling besar saya dapat 1,5 juta dari hasil penjualan barang curian. Waktu itu saya dapat laptop. Hasilnya saya bagi dua dengan IKH,” kata Bule yang kesehariannya bekerja sebagai supir angkutan umun jurusan Ciparay- Majalaya.

(RadarBandung/sar)