Ribuan Pil Ilegal Disita Polisi

pil
ILUSTRASI

POJOKJABAR.id, BANDUNG – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung amankan seorang pengangguran berinisal DI (34) di depan Toserba Griya Jalan Holis, Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung, belum lama ini.

DI diamankan lantaran dirinya tertangkap tangan membawa ribuan pil psikotropika golongan IV jenis aprazolam, riklona clonazepam dan esilgan estazolam yang tersimpan di kantung plastik putih disimpan di dalam tas miliknya.

“Tersangka DI ditangkap pada Jumat (21/8/2015) lalu, sekitar pukul 21.00 WIB,” ujar Kasat Narkoba Kompol Hermanto mewakili Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol kepada wartawan di kantor Satres Narkoba Polrestabes Bandung, Minggu (30/8/2015).

Masih dikatakannya,  penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat. Kemudian tim melakukan penyelidikan. Dan akhirnya tersangka bisa ditangkap di depan Toserba Griya Jalan Holis.


“Saat ditangkap tersangka kedapatan membawa barang bukti berupa satu keresek putih berisi satu bungkus klip bening berisi 1.240 butir pil aprazolam, riklona dan esligan,” terangnya seraya menambahkan, untuk rinciannya sebungkus klip bening berisi 100 butir pil riklona 2 mg, satu bungkus klip bening 70 butir riklona 2 mg, sebungkus plastik bening berisi 100 butir esligan 2 mg, dan sebungkus plastik berisi 30 butir esligan 2 mg, dan sebungkus plastik bening berisi 90 butir aprazolam 1 mg.

Kemudian, sebungkus klip bening berisi 50 butir pil aprazolam 0,5 mg, dua bungkus plastik bening berisi 100 butir aprazolam 1 mg, dua bungkus plastik bening berisi 100 pil aprazolam 0,5 mg, dua bungkus plastik bening bertuliskan mersi yang setiap bungkusnya berisi 100 butir aprazolam 1 mg, dan dua bungkus plastik bening bertuliskan mersi yang setiap bungkusnya berisi 100 mg pil aprazolam 0,5 mg.

Dari pengakuan tersangka, mendapatkan barang tersebut dari AI yang dinyatakan dalam daftar pencarian orang (DPO) di Gerbang Tol Pasir Koja dengan harga Rp 100 ribu pil riklona per 10 butir, sedangkan esligan dan aprazolam Rp 40 ribu per 10 butirnya.

“Obat-obatan tersebut akan dijual kembali dan per 10 butir dia dapat keuntungan Rp 15 ribu,” ujarnya.

Jadi, lanjutnya, sebelum ditangkap tersangka sudah sempat menjual obat-obatan tersebut. Selain memburu AI, pihaknya juga memburu pelaku lainnya, yakni BD, RZ dan RI. Semuanya sudah ditetapkan sebagai DPO.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 62 UU RI No 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman maksimal di atas lima tahun penjara.

(RadarBandung/sar)