Debu Pabrik Ganggu Warga

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, ARJASARI – Pabrik di sekitar Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung diduga kurang mengelola emisi pembakaran dari mesin produksinya, sehingga menyebabkan debu bertebaran di sekitar Kecamatan tersebut seperti wilayah Batukarut, Bojongsereh dan Lebakwangi.

Salah seorang warga Desa Lebakwangi, Tuti ,38, mengatakan akhir-akhir ini di sekitar rumahnya diselimuti debu berwarna hitam. Debu tersebut mengotori rumah-rumah warga. “Saya kira debu taha, soalnya lagi musim kemarau, tapi setelah dilihat-lihat warnanya hitam mirip debu knalpot,” tutur Tuti, Minggu (30/8/2015).

Jumlah debu yang bertebaran di wilayah Desa Lebakwangi cukup banyak, bahkan cukup terlihat jelas oleh mata telanjang. Selain itu, jika terinjak juga terasa lengket dan menyebabkan kaki menjadi hitam. “Kalau lupa ngangkat jemuran, pakaian jadi kotor dan susah dibersihkan,” tambah Via ,28, warga lainnya.

Teguh ,42, berharap agar pemerintah bisa segera memeriksa pabrik-pabrik di sekitar tersebut, karena debu-debu yang bertebaran diduga berasa dari sisa pembakaran pabrik. “Pemerintah harus turun tangan, jika dibiarkan kesehatan warga bisa terganggu karena debu juga terhisap oleh manusia,” ujarnya.


Warga sendiri, sudah beberapa kali berkomunikasi dengan aparat kewilahan setempat, yakni pihak Desa, namun sejauh ini tidak membuahkan hasil.

“Kejadian ini sudah lama dialami warga. Saya juga sering melaporkan hal ini ke pihak RW ataupun desa, tapi hasilnya nihil. Kasian warga kami yang harus menanggung risiko dampak pencemaran udara ini. Mungkin pabrik-pabrik di sekitar permukiman warga ini harus diperiksa ijin lingkungannya seperti Amdal-nya,” ujar Teguh.

Saat dikonfirmasi, Kasubid Hukum BPLH Kabupaten Bandung Okky Suyatno menuturkan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan lapangan terkait keluhan warga tersebut. Diakui Okky, wilayah Batukarut dan sekitarnya itu, merupakan daerah yang terdapat pabrik-pabrik, khususnya tekstil.

“Kami akan melakukan pemeriksaan pengelolaan emisi udara di pabrik-pabrik tekstil di Kecamatan Arjasari di Jalan Raya Banjaran itu. Nanti kami segera informasikan hasil pemeriksaan kami,” tutur Okky.

(RadarBandung/mld)