BNN Awasi WNA dan WNI Pendatang

Aparat Kepolisian bersenjata laras panjang menjaga ketat para WNA dan WNI saat jumpa pers di TKP penggerebekan di Jalan Setra Duta Raya Blok E3 No. 8 Kec. Parongpong, KBB, Kamis (27/8). BNN Kota Cimahi akan memperketat pengawasan terhadap WNA maupun WNI pendatang.

POJOKJABAR.id,

Aparat Kepolisian bersenjata laras panjang menjaga ketat para WNA dan WNI saat jumpa pers di TKP penggerebekan di Jalan Setra Duta Raya Blok E3 No. 8 Kec. Parongpong, KBB, Kamis (27/8). BNN Kota Cimahi akan memperketat pengawasan terhadap WNA maupun WNI pendatang.
Aparat Kepolisian bersenjata laras panjang menjaga ketat para WNA dan WNI saat jumpa pers di TKP penggerebekan di Jalan Setra Duta Raya Blok E3 No. 8 Kec. Parongpong, KBB, Kamis (27/8). BNN Kota Cimahi akan memperketat pengawasan terhadap WNA maupun WNI pendatang.

CIMAHI – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi akan memperketat pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) maupun Warga Negara Indonesia (WNI) pendatang. Hal tersebut dilakukan guna mencegah agar tidak kecolongan seperti halnya penggerebekan WNA di Komplek Setra Duta, Desa Ciwaruga, Kec. Parongpong, Kab. Bandung Barat (KBB).

Seperti diketahui, pada hari Rabu (26/8/2015) lalu, Mabes Polri menggerebek sebuah rumah terkait dugaan narkotika dan Cyber Crime di kawasan Setra Duta Kota Bandung yang hasilnya pihak Mabes Polri mengamankan 30 WNA dan 2 WNI serta barang bukti 2,5 gr sabu, 1 set bong dan 260 butir psikotropika.

Kasie Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Cimahi, Lucky Sugih Mauludin mengatakan, akan mengintensifkan pengawasan. Sebab, pihaknya tidak ingin ada kejadian serupa seperti penggerebekan di Setra Duta.


“Bukan hanya WNA, kita akan intensifkan juga untuk WNI pendatang. Dalam pengawasannya pun BNN Cimahi yang membawahi Kota Cimahi dan KBB akan menggandeng juga instansi lain baik Pemkot Cimahi dan Pemkab KBB maupun Polresta Cimahi,” ujarnya, Kemarin.

Lucky menuturkan, di wilayah Cimahi maupun Kab. Bandung Barat banyak terdapat sejumlah pabrik yang menggunakan tenaga kerja asing. Untuk itu pihaknya akan melakukan razia bersama instansi lainnya.

Menurutnya, dengan menggelar razia tersebut pemerintah bisa juga merazia dokumen kependudukan atau keimigrasian. Pihaknya juga akan melibatkan petugas kepolisian pada saat melakukan razia.

“Kita akan melakukan razia bersama instansi lain, baik itu pemerintah maupun Polri. Untuk Instansi pemerintah sendiri, BNN Cimahi akan bekerjasama dengan Pemkot Cimahi dan Pemkab Bandung Barat karena cangkupan BNN Cimahi yaitu Cimahi dan KBB,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Cimahi, AKBP Dedy Kusuma Bakti mengatakan, pihaknya meminta pihak terkait untuk memperketat pengawasan. Hal tersebut guna mengantisipasi adanya WNA ilegal masuk ke wilayah hukumnya.

“Kita akan berkoordinasi dengan aparat pemerintahan setempat agar mewaspadai praktek-praktek ilegal WNA. Bukan hanya aparat setempat, instansi terkaitpun perlu pengawasan keimigrasian,” ujarnya.

Menurutnya, perlu pengawasan keimigrasian terhadap orang asing yang masuk ke Indonesia. Untuk itu pihak-pihak terkait juga harus dapat meningkatkan pengawasan keimigrasian karena terkait permasalahan orang asing terdapat leading sector nya.

Penertiban terhadap WNA sudah pernah dilakukan sebelumnya, lanjut Dedy, ketika itu para WNA tersebut langsung dibawa ke Mapolres guna untuk dimintai keterangan. Keesokan harinya pihaknya menyerahkan ke pihak Imigrasi kelas 1A Bandung untuk penanganan terkait ketentuan keimigrasian.

“Penertiban terhadap warga negara asing sudah dilakukan sebelumnya. Buktinya tanggal 6 Juni 2015 lalu, Polres Cimahi mengamankan 45 WNA asal China dan Taiwan yang lokasinya tidak jauh dari penggerebegan WNA yang dilakukan Mabes Polri beberapa waktu lalu. Saat kita amankan 45 WNA, tidak ditemukan unsur Tindak Pidana umum maupun Narkotika,” ungkapnya.

(RadarBandung/cr7)