Harga Buah Impor Merangkak Naik

Warga membeli buah impor. Harga buah impor yang dijual di Pasaran Kota Cimahi kini mulai tinggi, hal tersebut merupakan pengaruh dari mahalnya harga dollar Amerika saat ini.
Warga membeli buah impor. Harga buah impor yang dijual di Pasaran Kota Cimahi kini mulai tinggi, hal tersebut merupakan pengaruh dari mahalnya harga dollar Amerika saat ini.
Warga membeli buah impor. Harga buah impor yang dijual di Pasaran Kota Cimahi kini mulai tinggi, hal tersebut merupakan pengaruh dari mahalnya harga dollar Amerika saat ini.

POJOKJABAR.id, CIMAHI – Harga buah impor yang dijual di Pasaran Kota Cimahi kini mulai tinggi, hal tersebut merupakan pengaruh dari mahalnya harga dollar Amerika saat ini. Di beberapa kios pedagang buah di Jln. Alun-alun Timur Kota Cimahi, hampir seluruh jenis buah harganya naik.

Salah seorang pedagang buah, Ridwan ,19, mengatakan, hampir semua buah impor mengalami kenaikan harga sebab dolar mahal. Akibatnya pendapatan menurun karena berkurangnya pembeli. Sebelumnya pendapat perhari bisa sampai Rp 3-4 juta, kini hanya Rp 1 juta perharinya. “Beratlah menjualnya, karena memang semua buah impor naik karena dollar mahal. Biasanya tiap harinya banyak pembeli, sekarang pembeli menurun,” ujarnya, Kemarin.

Menurutnya, secara keseluruhan penjualan menurun hingga 50 persen. Kenaikan buah impor juga diikuti buah lokal, kenaikan harganya sekitar 25-30 persen di tiap jenis buah. Ikut naiknya juga jenis buah akibat pasokannya sedikit dari daerah penghasil.

“Untuk ditambah stoknya itu sulit, karena buah-buahan hanya bisa bertahan beberapa hari saja karena sangat rentan busuknya. Biasanya yang membeli buah impor selain untuk konsumsi, buat dibikin parsel agar bagus untuk tampilannya,” tuturnya.


Ridwan mengungkapkan, saat ini harga Apel merah USA daei sebelumnya Rp 35.000/kg kini menjadi Rp 45.000/kg, untuk Jeruk Mandarin harganya saat ini Rp 45-48.000/kg dari sebelumnya Rp 35.000/kg, Buah Pir dari sebelumnya Rp 20.000/kg kini menjadi Rp 25.000/kg.

“Harga yang paling drastis di buah anggur. Untuk anggur merah yang sebelumnya Rp 60.000/kg naik menjadi Rp 80.000/kg, lalu anggur hijau yang naiknya paling drastis, kini harganya Rp 110.000/kg dari sebelumnya Rp 75.000/kg,” ungkapnya.

Seorang konsumen, Abdi ,26, mengaku keberatan dengan naiknya harga buah saat ini. Karena kebutuhan untuk menkonsumsi buah-buahan, dirinya terpaksa tetap membeli walau pembeliannya kini berkurang.

“Saya kaget harga buah menjadi naik. Biasanya sering mebeli buah jeruk disini, biasa beli banyak memborong, tapi sekarang hanya membeli 3 atau 4 buah jeruk saja,” ujarnya.

Abdi berharap rupiah agar kembali menguat kembali, agar harga untuk membeli kebutuhan-kebutuhan hidup dapat normal kembali. “Mudah-mudahan rupiah bisa menguat lagi, biar harga-harga menjadi turun. Kemarin tingginya harga daging membuat pedagang jadi mogok jualan, ya jangan sampai penjual buah ikutan mogok juga,” ungkapnya.

(RadarBandung/cr7)