16 Orang Positif Narkoba

Aparat Kepolisian bersenjata laras panjang menjaga ketat para WNA dan WNI saat jumpa pers di TKP penggerebekan di Jalan Setra Duta Raya Blok E3 No. 8 Kec. Parongpong, KBB, Kamis (27/8/2015).
Aparat Kepolisian bersenjata laras panjang menjaga ketat para WNA dan WNI saat jumpa pers di TKP penggerebekan di Jalan Setra Duta Raya Blok E3 No. 8 Kec. Parongpong, KBB, Kamis (27/8/2015).
Aparat Kepolisian bersenjata laras panjang menjaga ketat para WNA dan WNI saat jumpa pers di TKP penggerebekan di Jalan Setra Duta Raya Blok E3 No. 8 Kec. Parongpong, KBB, Kamis (27/8/2015).

POJOKJABAR.id, PARONGPONG – Bareskrim Mabes Polri menggelar jumpa pers pengungkapan sindikat Internasional Narkotika (Hongkong, Taiwan, China, dan Indonesia), serta tindak pidana Cyber Crime, Bea Cukai dan imigrasi yang dilakukan oleh WNA dan WNI di Jalan Setra Duta Raya Blok E3 No. 8 Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (27/8/2015).

Ditemui di lokasi kejadian, Kepala Bareskrim Mabes Polri, Komisaris Jendral Budi Waseso menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terkait kasus tersebut.

Pengungkapan sindikat narkotika lintas negara tersebut merupakan pengembangan hasil operasi bersama antara Polri, Bea Cukai, Imigrasi serta Analisa IT yang menangkap Chen Hsin-Chieh (warga negara Taiwan) dan Harry Gandhy (warga Indonesia) di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Sabtu (22/8/2015) lalu. Dalam penangkapan tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa 2,5 kilogram narkotika jenis shabu.

“Ini merupakan pengembangan kasus yang di Cengkareng, setelah dikembangkan rupanya mengarah ke sini,” ungkapnya saat melakukan pers conference di sebuah rumah Jl. Setra Duta Raya No. 8, Kec. Parongpong, KBB, Kamis, (27/8/2015).


Berdasarkan pengembangan, polisi kembali menangkap Lim Chandra Sutioso yang berperan menyuruh Chen dan Harry mengambil narkotika tersebut. Lim ditangkap pada Minggu (23/8/2015) di Komplek Ruko Grand Ancol, Pademangan, Jakarta Utara beserta barang bukti berupa 192 paspor warga negara Taiwan, China, Vietnam, dan Mongolia.

Dari hasil pengembangan tersebut diketahui bahwa 26 paspor tersebut milik warga negara Taiwan yang tinggal di Komplek Setra Duta E-3 No.8, Jalan Setra Duta Raya, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Pada Rabu (26/8/2015) kemarin, polisi menggerebek rumah mewah tersebut dan mengamankan 33 orang warga negara Taiwan 16 orang diantaranya laki-laki dan 14 orang perempuan serta tiga orang warga negara Indonesia dua laki-laki dan satu perempuan.

Baca Juga : Jaringan Narkoba Taiwan Digerebek

“Hasil penanganan awal, kita berhasil megungkap jaringan itu. Di luar dugaan di sini terjadi kejahatan di luar narkoba, yaitu cyber crime penipuan yang dilakukan kelompok warga negara asing yang sedang kita dalami dan masalah keimigrasian. Kita akan kembangkan secara keseluruhan,” ujarnya.

Disaat yang bersamaan, polisi juga menangkap warga negara Indonesia bernama Miki di Jalan Doktor Junjunan, Bandung. Dia berperan sebagai pengurus paspor untuk para warga asing.

Sedangkan Barang bukti yang tersita keseluruhan berupa, narkotika berupa 2,5 gram shabu, 260 butir psikotropika golongan IV, satu set bong alat hisap, alat hisap. Sedangkan untuk imigrasi barang bukti yang dikumpulkan berupa 192 Paspor WN (Taiwan, China, Vietnam, dan Mongolia)

Untuk barang bukti cyber crime, 11 unit laptop, 27 unit telepon kabel, 30 untt router (sambungan internet), 65 unit Handphone, 10 unit kalkulator, 30 bendel kertas rekapan bertulisan china, 15 buku rekapan, 6 untu handytalky (HT), 4 titik kamera CCTV, 1 unit antena luar penguat signal GSM, 1 unit antena Point to Point, 1 unit antena Repeater.

“Dan ini masih masuk dalam penanganan tahap awal untuk di kembangankan lagi, sedangkan barang bukti masih akan di kumpulkan, sementra itu mereka masih akan di sini untuk merekonstruksikan dulu peran masing-masing, nanti kalau seluruhnya lengkap akan dibawa ke Jakarta,” jelasnya.

Selain itu menurutnya kasus ini akan terus dikembangkan, mengenai keterkaitan dengan cyber crime, human traficking, pencurian data Nasional, maupun adanya keterkaitan lain dengan mafia Yakuza serta imigrasi nanti akan di tangani oleh pihak-pihak yang bersangkutan. “Kita masih akan kembangkan kasus ini, untuk sekarang masih dalam pengembangan, untuk keterkaitan kita belum tau,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jendral Polisi Nugroho Aji Wijayanto mengatakan, dari ke 33 orang yang berhasil di amanakan tersebut 16 orang positif memakai narkoba. “Dari ke 33 orang, 16 orang positif mengunakan narkoba dan kebanyakannya itu WNA wanita,” ujarnya.

(RadarBandung/cr8)