Kemarau, Damkar Asah Skill Magakar

Menghadapi musim kemarau yang panjang, UPTD Pemadam Kebakaran Kota Cimahi menggelar pelatihan Masyarakat Siaga Kebakaran (Magakar), Rabu (26/8/2015).
Menghadapi musim kemarau yang panjang, UPTD Pemadam Kebakaran Kota Cimahi menggelar pelatihan Masyarakat Siaga Kebakaran (Magakar), Rabu (26/8/2015).
Menghadapi musim kemarau yang panjang, UPTD Pemadam Kebakaran Kota Cimahi menggelar pelatihan Masyarakat Siaga Kebakaran (Magakar), Rabu (26/8/2015).

POJOKJABAR.id, CIMAHI – Menghadapi musim kemarau yang panjang, UPTD Pemadam Kebakaran Kota Cimahi menggelar pelatihan Masyarakat Siaga Kebakaran (Magakar), Rabu (26/8). Hal itu juga sebagai bentukĀ  untuk meningkatkan kewaspadaan dan keterampilan para personel dan relawan pemadam kebakaran.

Wali Kota Cimahi Atty Suharti yang membuka kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa meningkatnya jumlah penduduk di suatu daerah secara otomatis meningkatkan pula jumlah perumahan dan permukiman serta pembangunan fasilitas gedung perkantoran dan atau bangunan fisik lainnya di daerah tersebut.

“Seringkali hal ini tidak diimbangi dengan ketersediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran,” katanya, dalam membuka kegiatan pelatihan Magakar di halaman Rusunawa Leuwigajah tersebut, kemarin.

Acara ini diikuti oleh 150 perwakilan Magakar yang berasal dari Kelurahan se-Kota Cimahi termasuk Kepala Seksi Ketertetiban dan Umum dari masing-masing kelurahan di Kota Cimahi.


Dengan kondisi keterbatasan tersebut, maka pemerintah kota tidak mungkin bergerak sendiri dalam menangani dan menanggulangi segala potensi bencana kebakaran. Untuk itu, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pekerjaan Umum meminta daerah harus melakukan langkah-langkah preventif dalam penanganan kebakaran.

Salah satunya adalah dengan membentuk Satuan Relawan Kebakaran (Satlakar) dan Komunitas Masyarakat Peduli Api (MPA). Keberadaan mereka di Kota Cimahi diharapkan mendukung dalam pelaksanaan Masyarakat Peduli Api.

“Pembentukan Magakar merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran di Kota Cimahi dan juga sebagai implementasi program pemberdayaan di lingkungan permukiman,” ujarnya.

Tapi, keberadaan Magakar ini tentu harus terus diperkuat dengan wawasan, pemahaman dan keterampilan yang memadai. Oleh karena itu, sangatlah tepat bila ilmu pengetahuan dan strategi pemadam kebakaran dikembangkan melalui pelatihan-pelatihan.

(RadarBandung/cr7)