Kantor BPJS Kesehatan Didemo Buruh

Sejumlah massa buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP SPSI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor BPJS Kesehatan Regional Jawa Barat, Jalan Djunjunan, Kota Bandung, Rabu (26/8/2015).
Sejumlah massa buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP SPSI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor BPJS Kesehatan Regional Jawa Barat, Jalan Djunjunan, Kota Bandung, Rabu (26/8/2015).
Sejumlah massa buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP SPSI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor BPJS Kesehatan Regional Jawa Barat, Jalan Djunjunan, Kota Bandung, Rabu (26/8/2015).

POJOKJABAR.id, BANDUNG -Kantor Kakanwil Regional Divisi V BPJS Kesehatan Jawa Barat di Jalan Dr Djunjunan 144 Bandung menjadi target aksi unjuk rasa Pimpinan Daerah  serikat pekerja kimia, Energi dan pertambangan  Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD SPKEP SPSI) Provinsi Jawa Barat, Rabu (26/8/2015). Salah satu dari tiga tuntutan yang mereka serukan, meminta BPJS Kesehatan memberikan kelonggaran bagi perusahaan untuk menunda keikutsertaan sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Informasi yang dikumpulkan peserta aksi berasal dari  pengurus PD, PC , PUK SPKEP SPSI se Jawa Barat (Bekasi, Kerawang, Bekasi, Kab Bandung, Kab Bandung Barat, Kota Bandung dan Kota Cimahi) beserta anggota keluarga besar SPKEP SPSI se Jawa Barat. Jumlah massa diperkirakan  mencapai 2.000 orang.

Mereka menilai perusahaan tempat mereka kerja memaksa para pekerja menjadi peserta BPJS Kesehatan. Pekerja merasa keberatan dengan aturan tersebut. Karenanya, mereka meminta BPJS Kesehatan dapat memberikan kelonggaran.

“Kita meminta tingkatkan pelayanan BPJS Kesehatan, perbaiki regulasi BPJS Kesehatan, dan perusahaan yang telah melaksanakan program pemeliharaan kesehatan, lebih baik diberikan kelonggaran untuk menunda keikutsertaan BPJS Kesehatan,” ujar Dardju, Ketua SPSI Jawa Barat, di sela-sela demo.


Dardju mengklaim dalam aksi tersebut ada sebanyak kurang lebih 2.000 anggota SPSI dari seluruh Jawa Barat. Ia mengharapkan, kehadiran mereka ke Kanwil V BPJS Kesehatan dapat beraudensi.

“Tapi kalau kami tidak diterima masuk untuk melakukan audensi, kami akan bertahan di sini dan setiap perwakilan daerah akan masuk menemui direktur BPJS Kesehatan,” tegasnya.

Ratusan aparat kepolisian dari Polrestabes Bandung dan jajaran telah bersiaga di lokasi termasuk pasukan cadangan dari Direktorat Sabhara Polda Jabar.

(rmol)