Jaringan Narkoba Taiwan Digerebek

Petugas Kepolisian berjaga di TKP penggrebekan berkaitan dugaan kasus narkoba dan cyber crime di Jln. Setra Raya, Komp. Setra Duta, Ds. Ciwaruga, Kec. Parongpong, KBB, Rabu (26/8/2015)
Petugas Kepolisian berjaga di TKP penggrebekan berkaitan dugaan kasus narkoba dan cyber crime di Jln. Setra Raya, Komp. Setra Duta, Ds. Ciwaruga, Kec. Parongpong, KBB, Rabu (26/8/2015)
Petugas Kepolisian berjaga di TKP penggrebekan berkaitan dugaan kasus narkoba dan cyber crime di Jln. Setra Raya, Komp. Setra Duta, Ds. Ciwaruga, Kec. Parongpong, KBB, Rabu
(26/8/2015)

POJOKJABAR.id, BANDUNG – Sebuah rumah mewah di Kompleks Setraduta Blok E-3 No 8, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), digerebek oleh tim kepolisian dari Bareskrim Mabes Polri, Rabu (26/8/2015). Ada puluhan petugas bersenjata lengkap yang dikerahkan dalam penggerebekan tersebut

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Bandung di lapangan, pada penggerebekan tersebut polisi disebut-sebut berhasil menangkap jaringan narkoba dan cyber crime internasional yang mayoritas merupakan Warga Negara Asing (WNA). Sebelum penggerebekan dilakukan, para pelaku yang hampir setiap hari beraktivitas di rumah tersebut sebelumnya sudah diintai petugas selama beberapa hari.

Menurut sumber Radar Bandung dari pihak kepolisian, terdapat 31 orang yang berhasil diamankan polisi dari rumah mewah berlantai tiga tersebut. Mereka masing-masing terdiri dari 14 orang WNA perempuan, 14 orang WNA laki-laki, dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) perempuan dan seorang WNI laki-laki. “Mayoritas merupakan WNA asal Taiwan,” ujar seorang sumber di kepolisian kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu (26/8/2015).

Grafis Hasil Penggerebekan Mabes Polri, rabu (26/8/2015).
Grafis Hasil Penggerebekan Mabes Polri, rabu (26/8/2015).

Namun sumber tersebut enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai aktivitas mereka di rumah mewah yang sudah disewa selama empat bulan tersebut karena menurutnya, polisi masih terus memeriksa orang yang berada di dalam rumah. Hanya saja, penggerebekan tersebut diduga kuat terkait dengan kasus narkoba dan cyber crime jaringan internasional. “Kabarnya ada paket sabu juga yang ditemukan di dalam rumah. Banyak juga komputer dan laptop. Info lebih jelasnya nanti akan disampaikan dari pihak Mabes Polri,” ujar sumber tersebut.


Sempat beredar kabar bahwa sekelompok WNA yang ditangkap oleh anggota Bareskrim dan personel dari Polres Cimahi bersenjata lengkap itu merupakan anggota geng Yakuza. Namun, info tersebut belum terbukti kebenarannya karena belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian.

Ketua RW setempat, Radi Cahyadi mengatakan pihaknya tidak mengetahui ada aktivitas di rumah tersebut. Pasalnya, sejak enam bulan lalu di rumah tersebut terpasang plang yang berisi rumah tersebut akan dijual.

Namun sekitar sebulan lalu, plang tersebut sudah tak terlihat lagi. Ia mengira rumah tersebut sudah terjual atau disewa. Namun, menurutnya, tidak pernah ada pemberitahuan apa pun kepada aparat pemerintah setempat. “Kami tidak pernah melihat ada aktivitas di rumah tersebut. Kemungkinan mereka aktivitasnya dan keluar masuk rumah pada malam hari,” kata Radi.

Terlebih, kata dia, pihak security perumahan yang bertugas 24 jam pun mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas di malam hari. sebab para penghuni rumah selalu beraktivitas menggunakan mobil.

Radi juga mengaku dirinya, sempat dimintai keterangan oleh pihak polisi di dalam rumah mewah tersebut. Ketika itu ia melihat sejumlah barang bukti berupa narkoba, hanya saja ia mengaku tidak mengetahui jenis narkoba yang diamankan polisi. “Tadi pada saat di lantai dua melihat banyak koper dan ada barang bukti berupa narkoba,” ungkapnya.

Selain itu ia mengaku juga melihat ada tim penerjemah dari Kantor Imigrasi Kelas 2 Bandung guna membantu pihak kepolisian menerjemahkan ucapan para pelaku ketika dimintai keterangan oleh polisi. “Kebanyakan dari Taiwan, masih muda-muda semua,” tambah Radi.

Di dalam rumah tersebut, lanjut dia, terdapat dua kamar di lantai dua dan enam kamar di lantai dua. Kemungkinan, kamar-kamar tersebut yang digunakan untuk menampung para WNA penghuni rumah mewah tersebut. Sebagian lagi beristirahat di ruangan tengah.

Berdasarkan pantauan Radar di lokasi, puluhan polisi berpakaian lengkap maupun polisi berpakaian preman tampak berjaga di luar rumah dan sebagian polisi berada di dalam rumah mewah berlantai tiga. Garis polisi melingkar di seluruh area rumah.

Hingga pukul 21.00 malam, belum ada satu pun WNA yang digiring ke luar rumah karena puluhan petugas dari Bareskrim Mabes Polri masih terus memintai keterangan para warga negara asing.

Padahal, sejak sore, sebuah mobil yang disiapkan Kantor Imigrasi Bandung sudah standby di lokasi. Menurut keterngan dari sejumlah petugas, para WNA baru akan dievakuasi Kamis pagi ini.

(RadarBandung/cr8)