457.000 Bangunan Rawan Kabakaran

Petugas pemadam kebakaran Kota Bandung berjibaku memadamkan api di blok E pasar Caringin di Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, Rabu (26/08/2015).
 Petugas pemadam kebakaran Kota Bandung berjibaku memadamkan api di blok E pasar Caringin di Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, Rabu (26/08/2015).
Petugas pemadam kebakaran Kota Bandung berjibaku memadamkan api di blok E pasar Caringin di Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, Rabu (26/08/2015).

POJOKJABAR.id, BANDUNG – Kemarau panjang dan teriknya matahari mengakibatkan Kota Bandung dilanda dua peristiwa kebakaran. Dinas Pencegahan dan Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung, Rabu (26/08/2015) menangani dua kali kasus kebakaran.

Hal itu diungkapkan Kabid Pemadam Kebakaran Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung, Yosep Heryansyah. Menurut Yosep, kebakaran pertama terjadi pukul 01.00 melanda gudang plastik di Cigondewah Hilir RT 04/RE 02 Kelurahan Cigondewah Hilir Kecamatan Margaasih.

Yosep menambahkan, gudang milik H Endang seluas 2000 M2 baru bisa dipadamkan pukul 05.00 setelah dikerahkan dua pancar satu rescue dibantu Damkar Kabupaten Bandung lima unit, Kabupaten Bandung Barat dua unit Kota Cimahi tiga unit dan Kota Bandung tiga unit.

Kebakaran kedua melanda 12 kios dalam satu los di blok E pasar Caringin di Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, ludes di lahap si jago merah pada Rabu (26/8/2015) di Jalan Caringin.


“Sekitar pukul 09.00 api terlihat dari salah satu kios di blok E, api lalu merambat ke kios lainnya,” sambung Yosep

Dikatakan Yosep, dalam mengendalikan si jago merah itu, pihaknya mengerahkan empat kendaraan pancar, satu tim penyelamat, dan satu unit mobil dari pemadam provinsi.

“Kita langsung lakukanĀ  isolasi di blok tersebut, agar tidak merambat, alhasil sekitar pukul 10.15 WIB, api bisa di kendalikan dan di padamkan,” kata Yosep. Masih dikatakannya, sampai saat ini pihaknya masih belum mengetahui penyebab kebaran itu sendiri. “Untuk jumlah total kerugian, diperkirakan mencapai puluhan juta rupuah. Tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut,” kata Yosep.

Sementara itu, Kepala Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung Ferdi Ligaswara,mengatakan, saat ini kasus Kebakaran di Kota Bandung masih status siaga satu.
“Hingga saat ini status Kota Bandung masih tetap siaga satu kebakaran, belum dicabut sejak bulan Ramadhan,” ujar Ferdi saat ditemui di Balai Kota, Rabu (26/08/2015).

Ferdi menambahkan, di Kota Bandung ada 457.000 bangunan rawan kebakaran karena karena tidak tersedia alat pemadam api ringan (APAR) di sekitarnya. “Rawan kebakaran rumah berdempetan dan padat penduduk ditambah tidak dilengkapi proteksi kebakaran,” tambah Ferdi.

Oleh karena itu, Ferdi mengimbau kepada warga Kota Bandung untuk berusaha memiliki satu APAR di rumah masing-masing untuk penanganan pertama jika terjadi kebakaran. “APAR di rumah itu sangat penting apalagi harganya tidak mahal dibandingkan dengan kerugian jika terjadi kebakaran,” pungkas Ferdi.

(RadarBandung/sar/mur)