Pembunuh Siswi SMKN Divonis Penjara 18 Tahun

Terdakwa kasus pembunuhan siswi SMK, Wanda Zaki (18) saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (25/8/2015).
Terdakwa kasus pembunuhan siswi SMK, Wanda Zaki (18) saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (25/8/2015).
Terdakwa kasus pembunuhan siswi SMK, Wanda Zaki (18) saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa  (25/8/2015).
Terdakwa kasus pembunuhan siswi SMK, Wanda Zaki (18) saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (25/8/2015).

POJOKJABAR.id,BANDUNG-Majelis Hakim Pengadilan Negeri kls IA Bandung memonis Wanda Zaki (18) yang membunuh siswi SMKN I Kota Bandung, Yusi Husaeni (18) dengan hukuman 18 tahun penjara.

Terdakwa terbukti bersalah membunuh Yusi Husaeni, siswi SMKN I berdasarkan pasal 338 dan 362 KUHP. Ternyata, pembunuhnya itu adalah kekasih korban.

Sidang yang berlangsung di ruang VII PN Bandung Selasa (25/8) itu dipimpin Majelis Hakim Suanto, berakhir ricuh. Para pengunjung sidang yang mayoritas teman korban mendadak histeris saat mendengar vonis yang menghukum terdakwa 18 tahun penjara.

Pengunjung, secara bersamaan keluar ruang sidang untuk menyerbu terdakwa. Petugas keamanan dalam dan anggota polisi kewalahan menghadang yang melakukan  keributan. Mereka berpencar. Sebagian menyusul ke halaman pengadilan sambil berteriak, tidak ada keadilan, lebih memilih “duit”.


Keluarga korban dan kerabat serta teman-temannya datang sejak  pukul 10.00 mereka menunggu dengan sabar persidangan tersebut dengan harapan pembunuh Yusi dihumkum setimpal, dihukum mati atau seumur hidup.

Vonis hakim meski sama dengan tuntutan, Jaksa pikir-pikir dulu begitu juga terdakwa melalui kuasa hukumnya Ira Margareta Mambo dkk dari Pos Bantuan Hukum ( Posbakum) Ikadin Kota Bandung.

Meski vonis hakim konfirm dengan JPU teman-teman Yusi merasa tidak puas. Sebab selain melakukan pembunuhan, pelaku juga mengambil barang-barang berharga milik korban seperti anting, 2 buah handphone merk LG dan sepeda motor matic Vario.

Karena keetidakpuasan para pengunjung sidang sambil berteriak-teriak mereka sempat menghadang mobil tahanan yang membawa terdakwa menuju rumah tahanan.

Mereka pun kembali ke halaman pengadilan sambil berteriak-teriak tidak ada keadilan. Bahkan, mereka juga membalikkan  dua tong sampah ukuran besar hingga sampah pun berserakan di halaman  pengadilan.

Mengingat susana Pengadilan menjadi ramai dan hiruk pikuk, pintu masuk pun ditutup.

(rmol)