Biadab, Kakek Cabuli Anak 8 Tahun

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id,BANDUNG – Sutika Deradjat (74), warga Sarijadi terpaksa harus berurusan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung, setelah dirinya terbukti melakukan tindak asusila terhadap anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M. Ngajib mengatakan, penangkapan Sutika berawal dari laporan masyarakat yang melaporkan adanya tindak asusila terhadap anak di bawah umur, setelah itu, unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung langsung mendatangi tempat kejadia perkara (TKP).

“Sutika di amankan warga sesaat setelah dirinya melakukan tindak asusila tersebut di rumah kosong daerah Puyuh Dalam Kecamatan Coblong pada Selasa (18/8/2015) lalu,” kata Ngajib.

Ngajib mengatakan, berdasarkan keterangan dari pelaku, Sutika mengakui telah dua kali melakukan aksi bejatnya terhadap korban yang di ketahui berinisial APD (8) warga di Puyuh Dalam.


“Kejadian pertama, pada Senin lalu tanggal 3 Agustus 2015, tersangka yang merupakan Warga Sarijadi ini, datang ke tkp, dengan berniat, untuk mengambil uang kontrakan di Puyuh Dalam. Setelah itu, saat pelaku sedang beristirahat di rumah kosong milik kerabat pelaku, dirinya bertemu dengan korban. Saat itu pelaku memanggil korban dan membujuk korban, untuk melampiaskan nafsu bejatnya,” kata Ngajib.

Masih dikatakannya, setelah melakukan aksi bejatnya tersebut, selang tiga hari dari kejadian pertama, pelaku kembali mendatangi wilayah Puyuh Dalam, untuk kembali berniat mengambil uang kontrakan. Saat sampai disana, pelaku kembali bertemu dengan korban. Entah apa yang ada di pikiran pelaku, dirinya kembali mengajak korban untuk melakukan hal yang sama.

“Namun di aksi yang kedua kalinya ini, korban menolak, tapi korban berhasil di bujuk dan kemabli melakukan aksinya bejatnya tersebut. Saat kejadian, ada salah satu warga disana yang mendengar ada rintihan suara anak kecil di rumah kosong tersebut. Curiga dari mana asal suara tersebut, warga itu pun akhirnya mendatangi rumah kosong tersebut, dan mendapati pelaku bersama korban usai melakukan hubungan intim keduanya, tak lama pelaku pun langsung diamankan warga disana,” kata Ngajib.

Sutika mengaku pada penyidik, dirinya tidak pernah mengancam atau pun melakukan kekerasan terhadap korban untuk melampiaskan nafsu bejatnya tersebut. Dari setiap berhubungan dirinya mengaku memberikan sejumlah uang untuk uang jajan korban.

“Untuk pertama dia (pelaku) ngasih 2000 untuk korban, dan yang kedua ini dia ngasih 5000. Dia mengaku melakukan hal tersebut kepada anak di bawah umur, karena dirinya tidak bisa ereksi,” kata Ngajib.

Atas aksinya tersebut Sutika dijerat Pasal 81 jo 76 huruf d UU RI no 35 tahun 2014 perubahan atas, UU RI no 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana diatas lima tahun penjara.(sar)