Siswi Menjerit, Warga Berhamburan

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id,CIPARAY – Puluhan siswi SMA Karya Pembangunan (KP) Kec. Ciparay, Kabupaten Bandung, kelas 11 dan 12, mengalami kesurupan. Kejadian tersebut terjadi Senin (24/8/15) pada pukul 08.00 WIB saat para siswi sedang belajar. Belum tahu pasti apa penyebab para siswi tersebut berteriak-teriak seperti kesurupan.

Pantauan di lapangan, mendengar teriakan dari dalam halaman sekolah, warga sekitar langsung berhamburan keluar. Warga melihat para siswi berteriak keras. Spontan warga langsung membawa siswi tersebut kekediaman warga yang jaraknya tidak jauh dari sekolah.

Beberapa menit kemudian, kembali terdengar suara jeritan dan teriakan di dalam sekolah SMA KP, yang terletak di Kampung Andir, RT 04/RW 07, Desa Pakutandang, Kec. Ciparay. Menurut warga, lokasi sekolah memang jaraknya hanya ratusan meter dari tempat pemakaman warga.

Para siswi yang mengalami kesurupan tersebut diberikan pertolongan oleh pihak guru dan staf sekolah dan ditolong warga sekitar. Mereka yang kesurupan ditampung di beberapa rumah warga. Bahkan, guna memberikan pertolongan kepada siswi kesurupan, warga mendatangkan seorang ustad.


Meski terdengar mistis, warga sekitar menganggap bangunan baru tersebut belum diadakan syukuran oleh pihak sekolah. Bahkan warga sekitar juga tidak dilibatkan.

Salah seorang siswi yang sudah siuman, terlihat lemas terbaring di kursi. Saat akan dimintai keterangan, siswi tersebut hanya meneteskan air mata dan langsung tertunduk. Keterangan pun didapat, dari salah satu orang tua siswa yang anaknya mengalami kesurupan, Cucun Hidayat ,45, yang juga merupakan warga sekitar. Cucun mengatakan, kejadian ini baru pertama kali terjadi. Ia mengaku sedikit kesal ke pihak sekolah karena kejadian ini terkesan ditutup-tutupi.  “Saya bersama warga  baru tahu pukul 11.00 WIB. Padahal kejadiannya sejak jam 0800 WIB, itu juga saat warga mendengar adanya teriakan di dalam sekolah,” sesal Cuncun.

Ia menuturkan, saat ada kejadian tersebut seharusnya pihak sekolah, langsung mengabari warga ataupun para orang tua siswa, bukan sebaliknya. “Mau ditutupi gimana, halaman sekolah berada di pemukiman warga. Jelas warga mendengar teriakan dari dalam sekolah,” ungkap Cucun.

Menurut salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengatakan awalnya ada dua siswi langsung teriak-teriak mengucapkan “gandeng, gandeng, gandeng (berisik, berisik, berisik).

Awalnya kedua siswi tersebut langsung ditangani sekolah dan bisa diatasi. Namun, teriakan siswi yang diduga kesurupan tersebut, ke sini kian bertambah.  “Mayoritas yang mengalami kesurupan merupakan para siswi. Diperkirakan siswi yang mengalami kesurupan, berjumlah 30 siswi. Mereka merupakan siswi kelas 11 dan 12,” jelasnya.

(RadarBandung/apt)