Pilkada Indramayu Terancam Batal

pilkada
ilustrasi
ILLUSTRASI
ILLUSTRASI

POJOKJABAR.id,BANDUNG – Pemilihan kepala daerah di Kabupaten Indramayu, Desember mendatang, terancam batal. Hal ini seiring mundurnya bakal calon wakil bupati, Rastawiguna.

Dia diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa untuk berpasangan dengan Toto Sucartono. Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat Yayat Hidayat mengatakan, pihaknya menerima informasi pengunduran diri Rastawiguna dari KPU Indramayu.

“Kemarin (Sabtu, 22/8/2015), KPU Indramayu menemui kami (KPU Jabar), untuk konsultasi, menanyakan langkah-langkah selanjutnya,” kata Yayat saat dikonfirmasi di Bandung, Minggu (23/8/2015). Berdasarkan hasil pembahasan itu, kata Yayat, KPU Indramayu akan kembali membuka pendaftaran calon pada 28-30 Agustus mendatang.

Sosialisasi pendaftaran pun kembali dilakukan pada 25-27 Agustus mendatang. “Otomatis KPU Indramayu pun harus merevisi tahapan pemilu, karena sekarang kan calonnya hanya satu,” katanya.


Lebih lanjut Yayat katakan, seharusnya penetapan calon dilakukan hari ini. Penetapan urung dilakukan karena kini hanya ada 1 pasangan saja.

Yayat menjelaskan, Rastawiguna tidak bisa diberi sanksi berat atas pengundurannya itu. Sebab, pengundurannya dilakukan sebelum KPU menetapkan calon.

“Kalau setelah ditetapkan, pengundurannya bisa dikenai sanksi berat. Sebelum penetapan, tidak ada sanksinya. Setelah ditetapkan, denda maksimal 60 miliar (rupiah),” paparnya.

Sesuai Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015, kandidat yang mengundurkan diri sebelum penetapan hanya diberi sanksi administratif. Sanksinya berupa larangan pengusungan kembali bagi partai politik yang mengusungkan.

“Dalam PKPU 9 2015, pasal 6 ayat 7-8 dijelaskan, calon tidak bisa mengundurkan diri. Tetapi di pasal 8 beda lagi, apabila (calon) mengundurkan diri, parpol pengusung tidak bisa mengganti lagi, dan pencalonannya jadi gugur. Otomatis KPU Indramayu mau enggak mau harus menerima pengundurannya,” kata Yayat.

Dengan begitu, lanjut Yayat, hanya Partai Golkar dan Hanura yang memiliki kesempatan untuk mengusung calon kepala daerah. PDIP dan PKB tidak berhak untuk kembali mengusung kadidat.

“Sedangkan partai lainnya kan sudah mengusung pasangan yang satu lagi. Jadi hanya Golkar dan Hanura yang masih bisa mengusung,” katanya.

Pengusungan oleh Golkar dan Hanura bisa dilakukan mengingat suara kedua partai tersebut memenuhi syarat untuk mengusung kandidat. “Berdasarkan informasi, meski Golkar saja yang mengusung, itu sudah bisa. Apalagi kalau ditambah Hanura. Katanya kan minimal 10 kursi (DPRD Indramayu). Sedangkan Golkar saja 19 kursi,” pungkasnya.

(RadarBandung/agp)