Pemakaman HRD PT.Vonex Penuh Haru

Istri korban, Oyok Tini terus memandangi foto suaminya Antonius Kasri Kesra yang menjadi korban penganiayaan hingga menyebabkan meninggal dunia. Jenazah Antonius dimakamkan di Taman Pemakaman Kristen Santiong, Cipageran Kota Cimahi, Sabtu (22/8).
Istri korban, Oyok Tini terus memandangi foto suaminya Antonius Kasri Kesra yang menjadi korban penganiayaan hingga menyebabkan meninggal dunia. Jenazah Antonius dimakamkan di Taman Pemakaman Kristen Santiong, Cipageran Kota Cimahi, Sabtu (22/8).
Istri korban, Oyok Tini terus memandangi foto suaminya Antonius Kasri Kesra yang menjadi korban penganiayaan hingga menyebabkan meninggal dunia. Jenazah Antonius dimakamkan di Taman Pemakaman Kristen Santiong, Cipageran Kota Cimahi, Sabtu (22/8).

POJOKJABAR.id,CIMAHI – Jenazah Antonius Kasri Kesra ,55, yang merupakan korban penganiayaan oleh pelaku yang berinisial A ,50, dimakamkan di Taman Pemakaman Kristen Santiong, Cipageran Kota Cimahi, Sabtu (22/8/2015). Sebelumnya, korban yang merupakan HRD PT.Vonex yang menjadi korban penganiayaan, ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan KantinĀ  PT. Vonex, Kampung Cikijing Desa Linggar, Kec. Rancaekek, Kab. Bandung pada Rabu (19/8/2015).

Isak tangis keluarga mengiringi pemakaman Antonius Kasri Kassa, sekitar pukul 12.00 WIB jenazah tiba di Taman Pemakaman Kristen Santiong, Cipageran Kota Cimahi. Istri korban, Oyok Tini (46) bersama 3 anaknya dan keluarga korban lainnya tak kuasa menahan tangis saat jenazah korban diturunkan ke liang lahat.

Adik ipar korban, Victor ,46, menuturkan, pihak keluarga berkeyakinan ada dalang dibalik kejadian ini. Pihak keluarga berharap petugas kepolisian untuk terus mengembangkan kasus pembunuhan ini.

“Kita pihak keluarga mengapresiasi kinerja kepolisian karena telah menangkap pelaku penganiayaan. Namun kita berharap kasus ini untuk terus dikembangkan, karena sebelumnya korban pernah bercerita, ketika korban hendak menurunkan jabatan seseorang di perusahaan, seseorang tersebut malah mengancam akan mendatangkan preman. Sepertinya, preman yang dimaksud itu ya ini yang membunuh korban, tapi kita masih tidak tahu, untuk itu semoga kepolisian bisa menuntaskan kasus ini sampai benar-benar tuntas,” tuturnya.


Victor mengatakan, pihaknya sangat yakin bahwa kasus pembunuhan ini telah direncanakan terlebih dahulu. Karena menurut keterangan pelaku, golok yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban sudah dipersiapkan sebelumnya di lokasi kejadian.

“Kita sangat berharap kepada pihak kepolisian untuk terus melakukan pengembangan penyidikan kepada pelaku. Karena saat kejadian, ketika korban bersimbah darah korban sempat menelepon salah satu Staf untuk memberi tahu bahwa korban sedang sekarat, namun tidak direspon. Bahkan, Security tidak ada yang menolong,” jelasnya.

Sebelum jenazah korban akan diturunkan ke liang lahat, pihak keluarga korban dan kerabat melakukan upacara kebaktian pemakaman yang dipimpin oleh Pendeta Yudi dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jawa timur.

Sementara itu, Adik dari korban Rosi ,45, membenarkan bahwa kakaknya tersebut pernah bercerita bahwa dirinya sempat mendapatkan ancaman saat menurunkan jabatan salah seorang pegawai di perusahaan tempatnya bekerja.

“Korban pernah cerita kepada saya bahwa ia pernah mendapat ancaman saat menurunkan jabatan salah satu pegawai. Saat itu pun, saya sempat menyarakan kepada korban untuk pindah dari tempatnya bekerja,” ujarnya.

Rosi mengatakan, pihaknya berharap petugas kepolisian dapat mengungkap sepenuhnya atas kasus pembunuhan yang menimpa kakanya tersebut, dan proses hukum harus tetap dijalankan dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatan pelaku.

“Pihak keluarga sendiri telah memaafkan atas perbuatan pelaku dalam kasus ini. Kami dari pihak keluarga meminta keadilan yang seadil-adilnya atas kasus pembunuhan ini,” ungkapnya.(cr7)

CIMAHI – Jenazah Antonius Kasri Kesra ,55, yang merupakan korban penganiayaan oleh pelaku yang berinisial A ,50, dimakamkan di Taman Pemakaman Kristen Santiong, Cipageran Kota Cimahi, Sabtu (22/8). Sebelumnya, korban yang merupakan HRD PT.Vonex yang menjadi korban penganiayaan, ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan KantinĀ  PT. Vonex, Kampung Cikijing Desa Linggar, Kec. Rancaekek, Kab. Bandung pada Rabu (19/8).

Isak tangis keluarga mengiringi pemakaman Antonius Kasri Kassa, sekitar pukul 12.00 WIB jenazah tiba di Taman Pemakaman Kristen Santiong, Cipageran Kota Cimahi. Istri korban, Oyok Tini (46) bersama 3 anaknya dan keluarga korban lainnya tak kuasa menahan tangis saat jenazah korban diturunkan ke liang lahat.

Adik ipar korban, Victor ,46, menuturkan, pihak keluarga berkeyakinan ada dalang dibalik kejadian ini. Pihak keluarga berharap petugas kepolisian untuk terus mengembangkan kasus pembunuhan ini.

“Kita pihak keluarga mengapresiasi kinerja kepolisian karena telah menangkap pelaku penganiayaan. Namun kita berharap kasus ini untuk terus dikembangkan, karena sebelumnya korban pernah bercerita, ketika korban hendak menurunkan jabatan seseorang di perusahaan, seseorang tersebut malah mengancam akan mendatangkan preman. Sepertinya, preman yang dimaksud itu ya ini yang membunuh korban, tapi kita masih tidak tahu, untuk itu semoga kepolisian bisa menuntaskan kasus ini sampai benar-benar tuntas,” tuturnya.

Victor mengatakan, pihaknya sangat yakin bahwa kasus pembunuhan ini telah direncanakan terlebih dahulu. Karena menurut keterangan pelaku, golok yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban sudah dipersiapkan sebelumnya di lokasi kejadian.

“Kita sangat berharap kepada pihak kepolisian untuk terus melakukan pengembangan penyidikan kepada pelaku. Karena saat kejadian, ketika korban bersimbah darah korban sempat menelepon salah satu Staf untuk memberi tahu bahwa korban sedang sekarat, namun tidak direspon. Bahkan, Security tidak ada yang menolong,” jelasnya.

Sebelum jenazah korban akan diturunkan ke liang lahat, pihak keluarga korban dan kerabat melakukan upacara kebaktian pemakaman yang dipimpin oleh Pendeta Yudi dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jawa timur.

Sementara itu, Adik dari korban Rosi ,45, membenarkan bahwa kakaknya tersebut pernah bercerita bahwa dirinya sempat mendapatkan ancaman saat menurunkan jabatan salah seorang pegawai di perusahaan tempatnya bekerja.

“Korban pernah cerita kepada saya bahwa ia pernah mendapat ancaman saat menurunkan jabatan salah satu pegawai. Saat itu pun, saya sempat menyarakan kepada korban untuk pindah dari tempatnya bekerja,” ujarnya.

Rosi mengatakan, pihaknya berharap petugas kepolisian dapat mengungkap sepenuhnya atas kasus pembunuhan yang menimpa kakanya tersebut, dan proses hukum harus tetap dijalankan dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatan pelaku.

“Pihak keluarga sendiri telah memaafkan atas perbuatan pelaku dalam kasus ini. Kami dari pihak keluarga meminta keadilan yang seadil-adilnya atas kasus pembunuhan ini,” ungkapnya.

(RadarBandung/cr7)