Wah… Pengangguran Masih Capai 7,45 Juta Jiwa

pengangguran
Ilustrasi pengangguran
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id,LEMBANG – Saat ini Indonesia masih terus dihadapkan persoalan pengangguran, berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS, tercatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional sampai dengan bulan Februari 2015 mencapai 7,45 juta jiwa atau sekitar 5,81 persen.

Pernyataan demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri saat membuka kegiatan Bimbingan Pendamping dan Motivator Pemberdayaan Masyarakat Angkatan I,II, III tahun 2015 di Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) Lembang Kabupaten Bandung Barat.

“Upaya penanggulangan pengangguran menjadi sangat penting untuk mencegah munculnya problem sosial baru dalam masyarakat. Kalau tidak dilakukan sekarang maka dikhawatirkan timbul gejolak seperti penyalahgunaan narkoba,  pergaulan bebas dan lain-lain. Jelas ini menjadi problem bagi bangsa,” katanya saat ditemui di BBPPK Lembang, Kab. Bandung Barat, Kamis (20/8) malam.

Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yaitu menciptakan 28.000 wirausaha baru tahun 2015 ditengah terbatasnya ketersediaan lapangan kerja disektor formal. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran dan memperbanyak kesempatan kerja baru.


“Kita ketahui bersama bahwa Indonesia kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) namun bisa habis dalam beberapa puluh tahun ke depan dan tidak bisa diperbaharui. Oleh karena itu tumpuan kita ke depan adalah membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, handal, berwawasan tinggi sehingga bisa menjadikan Indonesia ini melesat jadi bangsa kuat, unggul dan sejahtera, “jelas Hanif.

Hanif berpesan pada peserta kegiatan Bimbingan pendamping dan motivator pemberdayaan masyarakat angkatan 1,II, III tahun 2015 ini supaya dapat menjadi pendamping sekaligus motivator dalam membantu perluasan lapangan kerja.

Walaupun, lanjut dia, kondisi Indonesia saat ini umumnya ekonomi dunia kurang baik dimana terjadi perang mata uang karena mata uang Dollar sangat superior sehingga banyak mata uang dunia turun.

“Tapi kita jangan berpangku tangan, kita kembangkan SDM berkualitas agar memiliki nilai lebih sebagai upaya kngkas jumlah pengangguran.

(RadarBandung/cr8)