Jabar Terkena Imbas Perlambatan Ekonomi

Ilustrasi Dollar
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id,BANDUNG-Melambatnya pertumbuhan ekonomi Tanah Air saat ini berdampak terhadap Jawa Barat. Hal ini terasa jelas terhadap sektor industri.

Sejumlah perusahaan di Jabar diduga akan memberhentikan karyawannya. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar Hening Widiatmoko membenarkan, saat ini terjadi perlambatan ekonomi.

Hal ini sangat berpengaruh terhadap dunia usaha. “Banyak perusahaan yang terkena imbasnya, terutama yang bahan bakunya tergantung dari impor,” kata Hening, di Gedung Sate, Bandung, Jumat (21/8).

Hening pun membenarkan, hal ini akan mengancam nasib pekerja. Sampai Juli kemarin, katanya, kasus perselisihan hubungan industrial mencapai 200 dengan melibatkan 1439 tenaga kerja.


“Yang sudah selesai PHK ada 382 kasus, dengan jumlah total tenaga kerja 1.207 orang. Itu belum termasuk Bogor. Kalau Bogor masuk, jumlahnya bisa lebih besar,” katanya.

Menurut Hening, Bogor memiliki banyak perusahaan padat karya yang terkena imbas perlambatan ekonomi. “Berarti PHK massal, tutup sama sekali,” katanya.

Menurut Hening, banyak perusahaan padat karya di Bogor yang akan merelokasi usahanya ke Jawa Tengah. Hal ini karena upah buruh di Jateng lebih murah dibanding Jabar.

“Peluang relokasi cukup besar, karena sebentar lagi ada proses pengupahan. Saat ini ada perusahaan ragu-ragu meneruskan,” katanya.

Melihat kondisi ini, Hening menilai, perlu adanya insentif terhadap perusahaan. Insentif ini bisa diberikan melalui sektor pajak.

“Mungkin ada insentif di pajak. Lemahnya ekonomi dan daya beli, dan kompetitor. Dari luar makin banyak, karena barang sama, tapi lebih murah,” pungkasnya.

(RadarBandung/agp)