Waspada Stiker Pengaduan Palsu di ATM

AKBP Dedy Kusuma Bhakti

AKBP Dedy Kusuma Bhakti

POJOKJABAR.id,CIMAHI – Kian maraknya kasus kejahatan terhadap pengguna kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan berbagai modus yang dilakukan, Kapolres Cimahi, AKBP Dedy Kusuma Bakti mengimbau kepada masyarakat pengguna kartu (ATM) agar berhati-hati ketika akan melakukan transaksi di mesin ATM.

Beberapa waktu lalu, peristiwa tersebut kembali lagi terjadi di Kota Cimahi. Peristiwa terjadi pada tanggal 1 Juli lalu itu, menimpa Agus Darmono ,58, hanya dalam kurun waktu 3 menit, uang miliknya sebesar Rp 84 juta raib digasak oleh komplotan pencuri yang memakai modus penipuan dalam menjalankan aksinya.

Saat kejadian, korban sedang akan membeli pulsa melalui ATM BCA di sebuah Minimarket di kawasan Baros Kota Cimahi, ketika korban memasukan kartu ATM nya kedalam mesin, kartu miliknya tiba-tiba tersangkut disebabkan sebatang korek api didalam mesin ATM tersebut.

“Kita sudah mengamankan satu orang pelaku. Kita akan terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kasus tersebut,” ujar AKBP Dedy Kusuma Bakti saat dihubungi, Kemarin.

Dedy menuturkan, guna mengantisipasinya, apabila kartu ATM tersangkut di mesin ATM atau di mesin ATM yang bermasalah, perlu menghubungi langsung Call Center Bank terkait atau kantor Bank yang terdekat. Namun, perlu diwaspadai juga dengan modus penipuan seperti menempelkan stiker himbauan untuk menghubungi nomor tertentu.

“Perlu diwaspadai juga, adanya pelaku kejahatan yang menggunakan modus penipuan dengan menempelkan stiker himbauan untuk menghubungi nomor tertentu. Masyarakat perlu mewaspadai hal itu, masyarakat harus yakinkan bahwa nomor call center yang resmi pastinya tertera di tampilan layar monitor ATM,” ujarnya.

Dedy menjelaskan, masyarakat tidak boleh mudah terpancing memberikan PIN kepada pihak lain yang seolah-olah atau mengaku petugas bank maupun orang lain yang meminta untuk menyebutkan atau menginput nomor PIN.

“Jangan memberikan atau menyebutkan PIN ATM kepada siapapun, termasuk kepada petugas bank. Karena sekalipun petugas Bank, pastinya tidak memiliki otoritas untuk meminta nomor PIN ATM,” jelasnya.

Ketika hendak melakukan transaksi, lanjut Dedy, perlu melindungi kerahasiaan PIN, semisal dengan menutup dengan tangan ketika mengetik nomor PIN dengan tombol keyboard, sehingga PIN tidak bisa dilihat oleh orang lain.

“Masyarakat perlu juga memperhatikan kondisi fisik ATM dan sekelilingnya, apabila ada hal-hal yang mencurigakan, lebih baik tidak menggunakan ATM tersebut dan segera melaporkan kepada kepolisian terdekat,” ucapnya.

Lebih lanjut Dedy mengatakan, sebaiknya memilih lokasi ATM yang ramai yang terdapat security. Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya kejahatan curas maupun perampasan, penipuan, skimming, maupun modus pemasangan kamera pengintai atau teknologi lain untuk mencuri data.

“Lebih baik bila memilih lokasi ATM yang ada keramaian masyarakat, dan disarankan menarik uang tunai secukupnya atau tidak dalam jumlah besar,” ungkapnya.

(RadarBandung/cr7)

Feeds