Polisi Tangkap Tangan Pelaku Jambret

Jambret
Ilustrasi Jambret.
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id,BANDUNG-PosMob Polsekta Regol, tangkap tangan Muhamad Idris Fahmi (41) warga Bebedahan, Gede bage, saat dirinya melakukan aksi jambret di Jalan Betok, Kota Bandung pada Rabu (19/8/2015).

Dari tangan Fahmi polisi menyita hasil jambretan Fahmi diantaranya, satu buah tas berisi dompet dengan uang didalamnya sebesar 100 ribu dan satu buah telefon genggam serta satu sepedah motor sebagai alat bukti kejahatan.

“Jadi saat kejadian pelaku yang menggunakan sepedah motor, menghampiri korban yang waktu itu sedang berjalan, lalu langsung mengambil tas korban dari belakang, saat melarikan diri korban kebetulan berpapasan dengan anggota Posmob kita yang sedang patroli, alhasil Fahmi ini berhasil kita amankan tak jauh dari TKP,” kata Kapolsek Regol Kompol Fauzan melalui Kanit Reskrim Iptu Roger Thomas kepada wartawan, di Mapolsekta Rego, Jalan Moh. Toha, Kamis (20/8/2015).

Masih dikatakannya, dari berdasarkan dari keterangan pelaku, Fahmi yang kesehariannya berjualan pulsa ini di Astana Anyar, sudah delapan kali melancarkan aksi pencurian dengan kekerasannya.


“Targetnya selalu wanita, dan ia (Fahmi) selalu melancarkan aksi di malam hari,” kata Roger seraya mengatakan salah korban dari kedelapan aksi pelaku ini, salah satunya dinyatakan tewas akibat di tabrak oleh pelaku saat korban mempertahankan barang yang di ambil pelaku di daerah Cisaranten.

Fahmi kini harus mendekam di balik jeruji besi Polsekta Regol untuk mempertanggungjawabkan berbuatannya. Akibat perbuatannya ini, Fahmi dijerat pasal 365 KHUPidana dengan ancaman pidana penjara diatas lima tahun bui.

Disisi lain Fahmi mengaku dirinya pernah berurusan dengan kepolisian dengan kasus yang berbeda.

“Dulu saya pernah di tahan karena jadi pendahan motor curian,” kata fahmi di waktu yang sama.

Ia membantah apabila dirinya dikatakan melakukan aksi jambretnya tersebut, berkelompok,”Dari mulai beraksi, hingga menjual hasil jambret, saya selalu sendiri,” kata Fahmi yang sempat berhenti untuk menjambret dan memilih berjualan jual aksesoris hp.

“Dua tahun kemarin saya udah berhenti, kemarin saya ngelakuin lagi, soalnya saya butuh untuk biaya lahiran istri saya,” ungkap Fahmi.

(RadarBandung/sar)