Perakit Bom ‘Cibiru’ Bebas

polisi memeriksa kejiwaan suami yang melindas istri di Garut dengan truk (ilustrasi)
ilustrasi
ilustrasi

POJOKJABAR.id,BANDUNG – Helmy Priwardhani menghirup udara bebas dari sel penjara Lapas Baceuy, Kota Bandung, Kamis (20/8/2015). Terpidana kasus terorisme tersebut sempat menjalani hukuman penjara selama enam tahun. Pria berusia 35 tahun ini pernah bergabung jaringan teroris ‘Kelompok Cibiru’ Bandung yang berperan sebagai perakit bom.

Sambil menutup wajah menggunakan helm, Helmy berpakaian koko cokelat dan celana panjang hitam bergegas keluar Lapas Banceuy, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis siang sekitar pukul 10.00. Seorang perempuan bercadar di atas motor Honda Beat merah nopol D 2634 ZF menanti Helmy di halaman gedung penjara. Perempuan tersebut langsung tancap gas membonceng Helmy. “Terpidana Helmy bebas murni setelah dapat remisi selama enam bulan,” ucap Kalapas Banceuy Agus Irianto kepada wartawan.

Agus mengatakan, Helmy berada di Lapas Banceuy sejak 12 Desember 2014. Sebelumnya, warga Kabupaten Bandung tersebut meringkuk di Lapas Magelang, lalu dipindahkan ke Lapas Nusakambangan pada 18 Juni 2014.

Helmy dititipkan di penjara khusus tahanan dan napi kasus narkoba tersebut lantaran sakit mata sehingga perlu penanganan medis di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung.


Agus menambahkan, Helmy berkelakuan baik dan tidak berbuat onar selama berada di Lapas Banceuy. Namun Helmy menempati kamar sel seorang diri atau tidak bergabung dengan napi lainnya. “Sikap serta lainnya nggak ada masalah. Baik tertutup dan tidak banyak aktivitas,” tambah Agus.

Sementara itu, diperoleh informasi, Helmy memiliki rumah di Kompleks Bukit Cidura Regency, Blok Kurawa, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung.

Pada 21 Juni 2011, PN Jakarta Barat memvonis Helmy enam tahun penjara. Helmy terbukti melakukan tindak pidana terorisme di Jalan Manisi, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, pada 2010.

Dalam persidangan, Helmy dan empat orang lainnya asal ‘Kelompok Cibiru’ yaitu Kurnia Widodo, Fahrur Rozi, Muhammad Iqbal, dan Abdul Ghofur, mengaku merakit bom dengan maksud untuk latihan jika nanti ikut berjihad. Mereka juga berniat meledakan bom dalam sesi latihan di Gunung Kareumbi, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

(RadarBandung/apt)