Pedagang Daging Ayam KBB Masih Berjualan

Sejumlah pedagang masih berjualan daging ayam di Pasar Cermat Batujajar, Kamis (20/8).
Sejumlah pedagang masih berjualan daging ayam di Pasar Cermat Batujajar, Kamis (20/8).
Sejumlah pedagang masih berjualan daging ayam di Pasar Cermat Batujajar, Kamis (20/8/2015).

POJOKJABAR.id,BATUJAJAR – Di saat hampir seluruh pedagang daging ayam se-Bandung Raya melakukan mogok berjualan sesuai imbauan Persatuan Pedagang Warung dan Pasar Tradisional (Pesat) mulai Kamis (20/8/2015) kemarin, sejumlah pedagang daging ayam di Pasar Cermat Batujajar, Pasar Cililin dan Pasar Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih tetap berjualan seperti biasanya.

Sejumlah pedagang beralasan mereka terpaksa tetap berjualan karena masih memiliki stok daging ayam yang cukup banyak. Salah seorang Pedagang daging ayam di Pasar Cermat Batujajr, Iis (42) menuturkan bahwa mengenai adanya himbauan aksi mogok tersebut, dirinya sebenarnya akan mengikuti pedagang lainnya yang sudah terlebih dahulu melakukan aski mogok. Namun karena masih banyak stok daging ayam yang disuplai dari bandar, ia terpaksa harus tetap berjualan supaya tidak merugikan.

“Ya menghabiskan stok daging ayam yang masih ada. Kalau enggak jualan, ayam bisa rusak. Tapi kalau besok (Jumat), saya nggak akan jualan, mau di rumah saja,” tuturnya saat ditemui di sela berjualan daging ayam di Pasar Cermat Batujajar, Kamis (20/8/2015).

Menurutnya, kalau pun stok daging ayamnya tidak habis, ia mengaku akan tetao mengikuti aksi mogok seperti yang dilakukan para pedagang daging ayam lainnya mulai Jumat ini. Kalau memaksakan tetap berjualan, ia khawatir akan menimbulkan kecemburuan dari para pedagang lainnya yang sudah lebih dulu menutup kios dan melakukan aksi mogok berjualan demi memprotes harga daging ayam yang saat ini terlampau tinggi. “Apalagi yang beli daging ayam juga sedikit, mungkin karena tahu harganya mahal serta ada aksi mogok. Jadi mulai besok mah mau istirahat saja di rumah,” kata pedagang daging ayam tersebut.


Pedagang daging ayam lainnya di Pasar Cililin,Hal senada diakui pedagang daging ayam lainnya, Dadang ,49. juga mengaku terpaksa masih berjualan daging ayam karena dirinya masih memiliki stok daging ayam yang cukup banyak setelah sebelumnya disuplai cukup banyak oleh bandar besar.

“Saya dan pedagang (daging ayam) lainnya sebenarnya siap mengikuti aksi mogok. Tapi karena masih banyak stok daging yang belum terjual, kami terpaksa masih berjualan hari ini,” ujarnya.

Meski harga daging ayam saat ini masih berkisar antara Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogramnya, ia mengaku bersyukur masih ada konsumen yang mau membeli daging ayam meski pmbelinya menurun drastis dibanding ketika harga daging ayam dijual dengan harga normal antara Rp 26 ribu hingga Rp 28 ribu per kilogramnya.

Berdasarkan pantauan Radar Bandung di sejumlah pasar tradisional di wilayah KBB, selain di Pasar Cermat Batujajar dan Pasar Cililin Kecamatan Cililin, kemarin, sejumlah pedagang daging ayam di Pasar Sindangkerta Kecamatan Sindangkerta juga masih tampak berjualan dan membuka kiosnya seperti biasa. Namun, pedagang di Pasar Tagog Padalarang, Pasar Panorama Lembang dan Pasar Gedonglima Padalarang tampak sudah tidak berjualan.

Menurut data dari Disperindagkop dan UMKM KBB, jumlah pedagang daging ayam di wilayah KBB berjumlah sekitar 265 orang yang tersebar di 7 pasar tradisional. Pedagang daging ayam terbanyak berada di Pasar Tagog Padalarang yang mencapai 100 pedagang, disusul Pasar Cermat Batujajar 62 pedagang, Pasar Panorama LembangĀ  46 pedagang, Pasar Cisarua 4 pedagang, PasarĀ  Curug Agung 7, Pasar Rajamandala 20, Pasar Cililin 11, dan Pasar Sindangkerta 15 orang pedagang.

(RadarBandung/cr8)