“Kami Akan Turunkan Baligo Bupati dan Pimpinan DPRD”

Warga menghadang truk pasir saat unjuk rasa di akses road proyek PLN Upper Cisokan Km 9-Km 13 Desa Cimarel, Kecamatan Rongga, KBB pukul 01.00, Kamis (21/8/2015).
Warga menghadang truk pasir saat unjuk rasa di akses road proyek PLN Upper Cisokan Km 9-Km 13 Desa Cimarel, Kecamatan Rongga, KBB pukul 01.00, Kamis (21/8/2015).
Warga menghadang truk pasir saat unjuk rasa di akses road proyek PLN Upper Cisokan Km 9-Km 13 Desa Cimarel, Kecamatan Rongga, KBB pukul 01.00, Kamis (21/8/2015).

POJOKJABAR.id,CIPONGKOR– Habis sudah kesabaran warga Gununghalu dan Rongga yang terkena dampak pembangunan Mega Proyek PLN Upper Cisokan. Warga yang menuntut kompensasi kepada PLN dan Pemda KBB sejak lama, hingga kini belum terealisasi. Buntutnya, warga terus melakukan unjuk rasa di akses road Upper Cisokan, Kamis (20/8/2015). Bahkan buntut kekesalan atas belum teralisasinya kompensasi itu, mengancam bakal menurunkan baligo Ketua DPRD KBB dan para wakilnya serta baligo Bupati KBB yang terpasang di Kecamatan Rongga dan Gununghalu.  “Senin (24/8/2015) kami akan menurunkan massa besar-besaran ke lokasi proyek jika tidak ada jawaban dari pemda dan PLN soal tuntutan kami. Namun sebelumnya kumpul dulu di Kecamatan Rongga akan menurunkan Baligo pimpinan DPRD juga spanduk bupati akan diturunkan,” ujar Asep Saprudin Ketua Forum Komunikasi Putra Daerah Rongga dan Gununghalu kepada Radar Bandung.

Tuntutan warga yakni penyelesaikan infrastruktur yang dijanjikan Pemda KBB dan PLN di wilayah dampak Upper Cisokan. Selain itu, menutut dikembalikan lahan pengganti ruslah Perhutani seluas 600 hektare ke wilayah dampak yang sekarang lokasinya di Cikalong dan Cipatat. “Masyarakatnya inginnya di wilayah dampak karena akses Rongga dan masyarkat garapannya akan hilang apabila di luar wilayah yang terkena dampak Upper Cisokan, lantas kami akan makan apa?,” kata Asep

Asep meminta kepada PLN merekrut putra daerah untuk kegiatan proyek tersebut. “Selama putra daerah masih sanggup kenapa tidak direkrut, namun selama ini kami hanya jadi penonton saja, dan masalah upah kerja pun masih di bawah standar,” tuturnya.

Ratusan warga Gununghalu dan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar unjuk rasa di akses road proyek PLN Upper Cisokan Km 9-Km 13 Desa Cimarel, Kecamatan Rongga, KBB pukul 01.00, Kamis (21/8/2015). Unjuk rasa itu, warga menghentikan aktivitas oprasional alat berat dan suplayer material yang masuk ke mega proyek Upper Cosokan.  “Unjuk rasa ini sampai ada kejelasan komunikasi  PLN dengan Pemda KBB tentang kompensasi dampak sosial dan infrastruktur buat masyarakat Kecamatan Rongga dan Gununghalu,” ujar perwakilan warga yang mengatasnamakan  Forum Komunikasi Putra Daerah Rongga dan Gununghalu, Eldura Abduracman kepada Radar Bandung. Warga akan terus menggelar unjuk rasa hari ini Jumat (21/8/2015) hingga Minggu (23/8/2015).  “Besok sampai minggu kami terus unjuk rasa meminta tanggapan dari pihak terkait kalau tidak ada tanggapan akan unjuk rasa dilanjutkan Senin (24/8/2015) lebih besar lagi,” tandasnya.


(RadarBandung.id/bwo)