Satu Orang Komplotan Curas Dilumpuhkan

Asep Sampany (34) warga Nagreg didor kaki kanannya oleh unit Reskrim Polsek Cidadap setelah dirinya membawa kabur satu kendaraan truck diesel.

 

Asep Sampany (34) warga Nagreg didor kaki kanannya oleh unit Reskrim Polsek Cidadap setelah dirinya membawa kabur satu kendaraan truck diesel.
Asep Sampany (34) warga Nagreg didor kaki kanannya oleh unit Reskrim Polsek Cidadap setelah dirinya membawa kabur satu kendaraan truck diesel.

POJOKJABAR.id,BANDUNG – Asep Sampany (34) warga Nagreg, terpaksa harus merasakan timah panas di kaki kanannya, setelah ia berusaha melawan petugas kepolisian saat akan di tangkap di pelabuhan Bakauheuni, Lampung pada Senin (17/8/2015) malam kemarin. Asep di tangkap unit Reskrim Polsek Cidadap setelah dirinya membawa kabur satu kendaraan truck diesel.

Dikatakan Kapolsek Cidadap Kompol Hanafi didampingi Kanit Reskrim Polsek Cidadap Ipda Maman Suherman, penangkapan Asep berawal dari temuan adanya korban yang diambil kendaraannya, setelah mendapat laporan, bebrbekal ciri-ciri pelaku dan juga temuan-temuan sebelumnya pada kasus yang sama , pihak mencurigai kendaraan yang di bawa kabur, langsung di boyong keluar daerah Jawa.

“Kami langsung menghubungi petugas di pelabuhan Merak, tak lama kemudian, petugas pelabuhan melaporkan ada kendaraan yang menjadi incaran kami, akhirnya kami lakukan pengejaran, alhasil pelaku pun berhasil kami tangkap setelah menyebrang ke pelabuhan Bakauheuni, Lampung,” kata Hanafi saat di temui wartawan di Mapolsek Cidadap, Rabu (19/8/2015).


Masih dikatakannya, dari penangkapan tersebut, pihaknya pun berhasil mengamankan beberapa barang bukti diantaranya Satu pasang sepatu, satu senpi mainan, satu bundel lakban bekas ikatan, rol lakban bekas, helai kain sobekan bekas mengikat korban, roda empat merk mitsubishi type colt diesel FE71 (4X2) M/T jenis mobil barang dengan nopol D 8218 ET, satu telefon gengam, dan satu kendaraan mobil rental Avansa.

Hanafi menjelaskan, dalam melakukan aksinya, pelaku Asep tak segan-segan melukai korban. Berdasarkan dari keterangan pelaku, Hanafi mengatakan bermodus berpura-berpura meninjam kendaraan truck untuk pidahan rumah.

“Pada Minggu (2/8/2015) si pelaku mendapat telefon dari seorang yang berinisial A, S dan J (DPO), untuk memberitahu akan melaksanakan aksi pencurian. Tak lama setelah itu Asep di minta A untuk bertemu di daerah Pasanggrahan, Nagreg. Setelah menemui A, mereka pun pergi menggunakan mobil untuk mendatangi ke salah satu toko matrial, untuk berpura-pura menyewa kendaraan truck,” jelas Hanafi.

Lanjutnya, A, J, dan S  mengatakan pada Asep bahwa ketiganya sudah memiliki target dimana mereka akan berpura-pura menyewa truck tersebut. Setelah sampai di toko matrial tujuanya, Asep yang saat itu di minta untuk tetap diam di mobil bersama J dan S. Tak selang Asep melihat A memboyong satu truck beserta supir dan kenek truck tersebut.

Kemudian saat truck di bawa oleh A, Asep pun lalu mengikuti arah truck tersebut ke araha Bandung, melalui tol Cileunyi. Pada saat itu A mengarahkan supir truck untuk keluar di pintu tol pasteur. Asep yang saat itu di mobil bersama J dan S tertinggal jauh dari mobil diesel tersebut, lalu menghubungi A, dirinya di minta untuk menjemput di daerah Setrasari. Setelah sampai di tempat penjemputan, A saat itu langsung meminta ketiganya untuk kearah komplek PT Dam di kp Bengkok Kelurahan Cimbeuleuit, Kecamatan Cidadap.

“Sesampainya disana, Asep J dan S di minta A untuk mengeksekusi supir dan kenek truck tersebut. Alhasil Supir dan kenek truck di minta turun oleh ketiganya sembari di todongkan pistol mainan, kemudian supir dan truck itu di ikat kedua kaki dan tangannya dan mulut di lakban langsung di tinggalkan begitu saja, keempatnya pun langsung melarikan diri,” kata Hanafi.

Disisi lain Asep mengaku, dirinya sebelum membawa kendaraan truck tersebut ke Lampung, dirinya sempat menawarkan truck tersebut ke daerah Wonosobo Jawa Tengah.

“Setelah membawa kabur truck, kami berempat kembali ke tempat awal pertemuan kami di Nagreg, disitu saya di minta A, S, dan J untuk menjual truck tersebut ke daerah Jawa Tengah kepada calon pembeli, namun setelah sampai calon pembeli tersebut, membatalkan pembelian tersebut,” aku Asep.

Lanjut Asep, ia pun melaporkan hal tersebut kepada ketiganya. Setelah itu dirinya di minta untuk kembali pergi ke daerah lampung guna menjual truck tersebut, namun baru sampai di pelabuhan dirinya lalu di tangkap pihak kepolisian.

“Saya di janjikan dapat 4 juta, jika truck ini terjual. Rencananya truck akan di jual dengan harga 50 juta rupiah,” kata Asep.

Polisi saat ini masih melakukan pengejaran terhadap tiga DPO lainnya dari hasil keterangan tersangka. Atas perbuatannya Asep kini mendekam di ruang tahanan Mapolsek Cidadap. Asep diancam 365 KHUPidana dengan ancaman penjara diatas lima tahun bui.

(RadarBandung/sar).