Astaga.. Breck Gorok Temannya Pakai Gergaji

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id,BALEENDAH – Entah apa yang ada dibenak Iman Rukmana alias Breck, 25, warga Kampung Ciodeng Barat, RT03/07, Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh itu dengan sadis menggorok leher temannya sendiri Rukman alias Tomi, warga Bojongmalaka, pakai gergaji kayu lagi, di kawasan Baleendah.

Beruntung nyawa korban masih bisa diselamatkan. Rukman pun langsung di larikan ke RS Al-Ihsan, Baleendah, untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka parah di bagian leher dan tangan.

Kapolsek Baleendah AKP Suhari melalui Panit II Unit Reskrim Polsek Baleendah Aiptu Agus Taufik mengatakan, insiden penganiayaan yang mengakibatkan satu korban luka berat ini terjadi pada Rabu (12/8/2015) lalu sekitar pukul 10.00 WIB, di rumah kontrakan milik korban.

Menurut Agus, saat itu pelaku yang datang ke rumah kontrakan korban berniat menanyakan sebuah tas yang berisikan bahan sepatu. Begitu pembicaraan itu selesai, pelaku yang sempat pulang tiba-tiba balik lagi ke kontrakan korban dengan membawa sebuah gergaji kayu.


“Disitulah pelaku langsung menggorok leher korban dari arah belakang korban yang sedang duduk di atas tempat tidur sebanyak dua kali. Korban juga sempat menangkis hingga telapak tangan dan beberapa jarinya terluka,” kata Agus, kemarin.

Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang telah diamankan petugas di Mapolsek Baleendah dengan barang bukti sebuah gergaji kayu. Selain itu, imbuh Agus, untuk memastikan kejiwaannya, petugas juga akan membawa yang bersangkutan ke psikiater.

“Saat dimintai keterangannya sih, dia mengaku tidak sadar melakukan itu. Pelaku juga mengaku dia tidak ada masalah dengan korban. Tapi terkadang saat pelaku berkomunikasi dengan petugas tidak nyambung,” kata dia.

Sebelum menggorok leher Rukman alias Tomi, kata pelaku, dirinya sempat berbincang terlebih dahulu dengan korban untuk menanyakan keberadaan sebuah tas. Korban mengaku tidak tahu karena tas tersebut ada di rekannya yang lain bernama Deden.

“Seingat saya dari situ saya pulang dari kontrakan dan istirahat dulu di rumah. Tapi entah kenapa sesampai di rumah ada bisikan ‘gancang peuncit’ (cepat gorok) dia (korban),” tutur Iman.

Seketika Iman pun seolah terbawa dengan bisikan tersebut serta langsung hilang kesadaran. Pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai buruh itu pun kemudian mengambil sebuah gergaji kayu yang terseimpan di dekat kasur ayahnya. Setelah itu, dirinya merasa tiba-tiba harus mengikuti bisikan itu dan kembali ke rumah kontrakan milik korban yang jaraknya tak jauh dari kediamannya.

“Saya melihat dia (Rukman) sedang makan mie rebus sambil duduk di kasurnya dan langsung saya gorok lehernya dengan gergaji dari arah belakang,” jelasnya.

Ditanya soal adakah persoalan dengan korban, Iman secara lantang mengatakan bila dirinya tidak pernah terlibat masalah ataupun perselisihan. Pelaku yang dimintai keterangan di dalam sel Mapolsek Baleendah juga dengan tegasnya menyatakan bila insiden itu di luar kesadarannya.

“Kami berdua itu tidak ada masalah sebelumnya. Tidak ada perselisihan apapun kok. Saat menggorok lehernya, saya tidak sadar karena ada bisikan yang meminta melakukan hal itu,” pungkasnya. (RadarBandung/apt)